Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Halikinnor optimistis pihaknya mampu menyelesaikan pembenahan tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah sebelum batas waktu yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup yakni paling lambat Oktober nanti.
"Progresnya sangat baik. Saya optimis ini target Oktober harus bisa selesai. Dan jangan Oktober targetnya, tapi kita menargetnya di September selesai," kata Halikinnor di Sampit, Jumat.
Halikinnor didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki kembali meninjau kondisi TPA di km 14 Jalan Jenderal Sudirman. Dia ingin melihat langsung pembenahan TPA tersebut.
Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama.
Kotawaringin Timur sedang menjalani sanksi administratif paksaan pemerintah dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sanksi ini dijatuhkan karena pengelolaan sampah di daerah ini dinilai tidak sesuai ketentuan.
Agar terhindar dari sanksi yang lebih berat seperti penutupan TPA bahkan ancaman pidana, pemerintah daerah harus melakukan pembenahan dan memperbaiki kinerja dalam bidang pengelolaan sampah. Salah satu yang menjadi fokus pembenahan tersebut adalah TPA sampah.
Pemkab Kotawaringin Timur memiliki waktu hingga akhir Oktober nanti untuk membenahi dan meningkatkan pengelolaan sampah. Syarat lainnya juga harus dipenuhi, seperti pembaruan dokumen lingkungan, pemilahan dan pengurangan sampah, serta syarat lainnya.
Bupati Halikinnor mendukung penuh upaya ini. Selain turun langsung memantau, dia menegaskan akan memprioritaskan masalah ini dalam hal alokasi anggarannya agar semua program bisa berjalan dengan baik.
"Kalau misalnya anggarannya kurang, saya mungkin bisa menunda program lain, tapi penanganan sampah tetap menjadi prioritas. Jangan sampai menumpuk begini atau apalagi sampai dapat sanksi tidak boleh membuang, ini dampaknya luas masyarakat pasti akan ribut," ujar Halikinnor.
Untuk itulah Halikinnor mengecek langsung tindak lanjut yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan dibantu organisasi perangkat daerah lain, terutama Dinas Bina Marga dalam menangani sampah.
Baca juga: Komitmen pembinaan kader NU di Kotim diapresiasi
Dia mengaku bersyukur karena sudah terjadi penguraian sampai di TPA. Upaya ini dilakukan bertahap dengan harapan pada satu atau dua bulan ke depan, sudah tidak ada lagi gunungan sampah di TPA.
Setiap harinya nanti ada lubang-lubang atau tempat-tempat pembuangan khusus yang nanti bila penuh ditutup lagi. Sehingga, ini akan menjadi kawasan yang rata.
Semua ini tentunya membutuhkan kerja sama semua pihak. Dia mengajak masyarakat untuk peduli dalam upaya bersama ini.
"Semua dinas harus terlibat. Tidak mungkin hanya mengandalkan satu atau dua OPD karena Sampah tidak akan pernah menurun. Saya yakin bertambah penduduk maka bertambah juga sampah. Jadi harus ditangani jangka panjang, kita membuat perencanaan yang matang," demikian Halikinnor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki mengatakan, saat ini dilakukan optimalisasi pengangkutan sampah serta penataan sampah dengan sistem landfill atau lubang yang kemudian ditutup setelah penuh terisi sampah.
"Kita tidak boleh lagi melakukan hal-hal yang tidak terencana dengan baik. Jadi, kita tidak hanya ingin memindah masalah dari depo ke TPA, tetapi bagaimana setelah di TPA ini tidak terjadi masalah lagi," tegas Marjuki.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini menambahkan, pemilihan sampah di depo sampah juga akan dioptimalkan. Tujuannya agar sampah yang diangkut ke TPA tersisa sedikit dengan adanya upaya pengurangan sampah tersebut.
Menurutnya, upaya pengurangan sampah ini harus dimulai dari rumah tangga, paling tidak dipisah antara sampah organik dan nonorganik. Ini akan membantu memudahkan petugas dalam mengangkut, serta dapat mengurangi volume sampah.
Berbagai upaya yang dilakukan sudah menunjukkan hasil. Dulunya ada sekitar 30 truk mengangkut sampah ke TPA dalam seharinya, kini berkurang menjadi sekitar 16 truk perhari. Selain itu, tidak ada lagi penumpukan sampah di depo karena pengangkutan lebih cepat.
"Kami sangat berterima kasih karena Bapak Bupati sangat serius mendukung ini, bahkan berkomitmen memprioritaskan anggarannya. Dengan dukungan besar semua pihak, kami yakin masalah sampah ini bisa segera kita atasi dengan baik," demikian Marjuki.
Baca juga: Dinkes Kotim tegaskan perusahaan wajib daftarkan kepesertaan BPJS Kesehatan karyawan
Baca juga: PWRI Kalteng kumpul di Sampit pererat silaturahim
Baca juga: Langgar Perda, Satpol PP Kotim pasang spanduk larangan di Pasar Keramat
