Disperindagkop Kobar akui terjadi fluktuasi harga komoditas di pasar tradisional

id Kepala Disperindagkop Kobar, Kotawaringin Barat, Kobar, Kalimantan Tengah, Suhendra, Disperindagkop Kobar, Kalteng

Disperindagkop Kobar akui terjadi fluktuasi harga komoditas di pasar tradisional

Sejumlah komoditas pangan yang diperjualberilkan di sejumlah pasar tradisional di Pangkalan Bun, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah Suhendra mengakui bahwa pada minggu ke empat Juli 2025, terjadi fluktuasi harga terhadap sejumlah komoditas pangan di pasar-pasar tradisional.

"Fluktuasi harga itu dampak dari dinamika pasokan dan permintaan pasar menjelang akhir bulan serta faktor distribusi logistik," kata Suhendra di Pangkalan Bun, Selasa.

Berdasarkan pemantauan harian pihaknya, beberapa komoditas menunjukkan kecenderungan naik, yakni bawang merah, minyak goreng curah, tepung terigu, serta kacang kedelai.

Di mana harga Bawang Merah mengalami kenaikan sekitar sebesar 1,82 persen dari minggu sebelumnya sekitar Rp55.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram di minggu ke empat Juli 2025. Sementara Minyak Goreng Curah 0,14 persen, Tepung Terigu Segitiga Biru 1,31 persen, serta Kacang Kedelai yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,41 persen.

"Beberapa komoditas ada juga yang mengalami penurunan seperti Bawang Putih yang sebelumnya sempat naik ke Rp45.000 di pertengahan III minggu, namun kembali turun ke Rp40.000 di akhir minggu ini," beber Suhendra.

Selain itu, sebagian komoditas lainnya mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, diantaranya harga terjadi pada beberapa komoditas utama, seperti Cabai Rawit Merah yang turun tajam sebesar 24,18 persen, Cabai Merah Keriting 10 persen Bawang Putih 10,42 persen.

Termasuk juga Daging Ayam Ras 2,26 persen turun dari Rp45.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Harga bahan pokok lainnya seperti beras, gula pasir, dan telur relatif stabil.

Baca juga: Lahan demplot PEDA KTNA XIV Kalteng di Kobar ramai dikunjungi setiap hari

"Komoditas cabai menjadi perhatian utama dengan harga yang sangat fluktuatif," kata Kepala Disperindakop Kobar ini.

Dia pun menyebut, Cabai Merah Besar dan Cabai Merah Keriting masing-masing mengalami penurunan dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, sementara Cabai Rawit Merah turun drastis dari Rp85.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

"Satu-satunya komoditas cabai yang stabil adalah Cabai Rawit Hijau, yang bertahan di harga Rp100.000 per kilogram sepanjang minggu," sebutnya.

Suhendra pun memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kotawaringin Barat.

Baca juga: Disdukcapil Kobar terus berinovasi tingkatkan pelayanan imbangi pertambahan penduduk

Baca juga: Pemkab Kobar peringkat empat capaian realisasi anggaran

Baca juga: Peda KTNA XIV diharap pacu ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di Kobar


Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.