Sampit (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong percepatan penyelesaian sinkronisasi data pokok pendidikan (dapodik) untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan menggelar workshop atau pembinaan bagi satuan PAUD.
“Melalui kegiatan ini saya berharap para peserta bisa segera melakukan sinkronisasi dapodik, sehingga bisa meningkatkan angka persentase sinkronisasi dapodik Kotim secara regional maupun secara nasional,” kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah di Sampit, Kamis.
Kegiatan workshop dan sinkronisasi dapodik PAUD tersebut digelar melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Kotim. Bertempat di Balai Pembinaan Guru Jalan Jenderal Sudirman Sampit.
Irfansyah menjelaskan, sesuai Permendikbud Nomor 31 Tahun 2022 tentang Satu Data Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, ditetapkan bahwa dapodik adalah satu-satunya sumber data pendidikan resmi yang menjadi acuan penyusunan kegiatan dan program.
Kemudian berdasarkan Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 mengatur Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), diatur bahwa batas waktu pengambilan data untuk usulan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD untuk 2026 adalah 31 Agustus 2025.
Namun, ia mengungkapkan hingga saat ini masih banyak satuan PAUD yang belum melakukan sinkronisasi dapodik, sehingga melalui kegiatan ini ia berharap setiap satuan PAUD bisa segera melakukan sinkronisasi dapodik.
“Maka dari itu sekali lagi, saya mohon kerjasamanya untuk menyinkronkan dapodik masing-masing dan jika ada kesulitan bisa didiskusikan dengan pihak Disdik melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF,” ucapnya.
Ia menekankan, jika sinkronisasi dapodik dilakukan terlambat atau melewati batas waktu yang ditentukan, maka data itu tidak bisa digunakan untuk pengusulan BOP maupun program lainnya.
Baca juga: Disdik Kotim tingkatkan kompetensi insan pendidikan jawab kemajuan digitalisasi
Oleh karena itu, dalam waktu kurang lebih 10 hari yang tersisa setiap satuan PAUD diharapkan dapat menyelesaikan sinkronisasi dapodik.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pembinaan PAUD dan PNF yang telah menggelar kegiatan tersebut dan kepada Bunda PAUD Kotim yang selama ini konsisten bergerak untuk kemajuan bidang pendidikan, khususnya PAUD.
“Mari kita tetap semangat dalam melaksanakan pendidikan, walaupun banyak tantangan yang kita hadapi kedepannya. Semoga pendidikan di daerah kita semakin gemilang,” pungkasnya.
Panitia kegiatan sekaligus Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda PAUD dan PNF Nuritha Dahlia menyampaikan latar belakang kegiatan ini adalah sebagai salah satu sub kegiatan dalam program Disdik Kotim pada Bidang Pembinaan PAUD dan PNF tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 21-22 Agustus 2025 dengan peserta mencapai 50 orang.
“Kegiatan ini sebagai percepatan sinkronisasi dapodik oleh satuan PAUD di Kotawaringin Timur dan untuk meningkatkan persentase sinkron dapodik daerah baik secara regional maupun nasional,” sebutnya.
Ia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah mendorong satuan PAUD agar segera melakukan sinkronisasi Dapodik mengingat batas penarikan data dan anggaran tahun 2025 akan segera berakhir.
Disamping itu, kegiatan ini untuk mengatasi dan mencari solusi atas kendala yang ditemukan saat melakukan sinkronisasi dapodik agar proses sinkronisasi bisa berjalan dengan lancar lalu.
“Kami juga berharap agar operator dapodik dalam setiap lembaga dapat membantu mengatasi permasalahan dan kendala yang ditemui saat melakukan sinkronisasi sehingga prosesnya bisa berjalan lancar,” demikian Nuritha.
Baca juga: DPRD Kotim dukung penuh penguatan perlindungan perempuan dan anak
Baca juga: Pemkab Kotim tunggu arahan pusat terkait efisiensi anggaran
Baca juga: Lintas sektoral di Kotim sepakat tingkatkan upaya perlindungan perempuan dan anak
