Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat dan mengoptimalkan peran bidan sebagai upaya mencegah sekaligus menangani stunting di daerah setempat.
Bidan memiliki peran vital dalam menekan angka stunting di wilayahnya, kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Senin.
"Peran tersebut mencakup deteksi dini, pendataan anak berisiko dan pencegahan, hingga penanganan awal serta edukasi sejak ibu hamil," ucapnya.
Adapun deteksi dini dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di posyandu maupun saat kunjungan rumah. Hasil pemantauan ini kemudian dicatat sebagai basis data untuk menentukan langkah penanganan maupun intervensi yang diperlukan.
Selain itu, bidan juga menjalankan program pencegahan dengan memberikan edukasi kepada pengantin baru yang dilayani, ibu hamil, dan keluarga balita terkait pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya ini sangat penting agar risiko stunting bisa ditekan sejak dini.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah bidan di Kota Palangka Raya tercatat sebanyak 431 orang," kata Achmad Zaini.
Dia mengatakan, jumlah tersebut menjadi potensi besar sekaligus tantangan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, mengingat jumlah penduduk Kota Palangka Raya yang kini mendekati 300 ribu jiwa.
Lebih lanjut Zaini menuturkan, bidan memiliki peran strategis dalam menurunkan angka stunting, memperluas cakupan imunisasi dasar lengkap, serta memperkuat pendampingan kesehatan reproduksi bagi remaja maupun calon pengantin.
“Namun, tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah pemerataan distribusi tenaga bidan, terutama di wilayah pinggiran dan kelurahan yang jauh dari pusat layanan kesehatan," katanya.
Untuk itu, pihaknya juga memberi perhatian agar masyarakat di seluruh wilayah Kota Palangka Raya dapat merasakan pelayanan kesehatan yang lebih merata.
Zaini juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus bersinergi dengan IBI yang tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
"Kami bersama IBI juga akan terus memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas kesehatan bidang di Kota Palangka Raya," katanya.
Baca juga: Wali kota ingatkan masyarakat selektif serap informasi MBG di medsos
Baca juga: BGN Kota Palangka Raya: 27 siswa keracunan MBG hoaks
Baca juga: DPRD Palangka Raya dorong pemerataan dan keberlanjutan gerai TPID
