Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim intensifkan pelibatan masyarakat tangani stunting melalui Program Genting

Kamis, 16 April 2026 14:10 WIB
Image Print
Kepala DP3AP2KB Kotawaringin Timur dr Achmad Yusi bersama peserta rapat pembahasan Program Genting, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-DP3AP2KB KotimĀ 

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengintensifkan pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebagai salah satu upaya mengoptimalkan penanggulangan stunting di daerah ini.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi sinergis berbagai pihak, mengingat akar permasalahannya amat kompleks dan bersifat multidimensi," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotawaringin Timur, dr Achmad Yusi didampingi Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Rudi Rakhmadi di Sampit, Kamis.

Hal itu disampaikan Yusi saat pertemuan Genting. Program ini dinilai penting untuk mengentaskan permasalahan stunting di Kotawaringin Timur dengan mengedepankan prinsip gotong royong masyarakat dalam rangka mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan tidak stunting.

Dijelaskannya, Genting merupakan gerakan gotong royong berbagai pihak sebagai orang tua asuh untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan tidak stunting dengan cara memberikan bantuan kepada Keluarga Berisiko Stunting.

Program Genting bertujuan untuk terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan tidak stunting. Tujuan lainnya yaitu meningkatnya kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting.

Sementara itu jenis bantuan Genting yang diharapkan bisa diberikan adalah bantuan rumah layak huni, akses air bersih, jamban sehat, nutrisi, edukasi serta pemberdayaan ekonomi.

Yusi meminta dukungan semua pihak agar program ini berjalan sukses, khususnya di Kotawaringin Timur. Secara khusus dia menginstruksikan kepada penyuluh dan penyuluh lapangan Keluarga Berencana untuk dapat mengawal dan berperan aktif dalam program ini.

Penyuluh diminta menindaklanjuti keberlanjutan Program Genting tahun sebelumnya dengan memastikan seluruh hasil evaluasi Program Genting tahun sebelumnya ditindaklanjuti di wilayah binaan, mencakup aspek sasaran, intervensi, dan kemitraan.

Dia mendorong pelibatan berbagai elemen dalam masyarakat yang diposisikan sebagai orang tua asuh sebagai pemberi bantuan, terdiri dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD, individu, LSM/Komunitas, swasta, perguruan tinggi, serta media.

Penyuluh harus membangun komunikasi dengan mitra yaitu orang tua asuh (OTA) dengan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan calon OTA untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan bantuan Genting di wilayah tugas masing-masing.

Penyuluh mendorong dan memfasilitasi registrasi mitra dengan mengidentifikasi dan mendorong mitra potensial untuk mendaftar sebagai OTA melalui Sistem Informasi Peduli Genting.

Kewajiban lain yang harus dilakukan penyuluh adalah melakukan verifikasi dan validasi data sasaran, bersama pemerintah desa/kelurahan terhadap data KRS sasaran Genting agar data akurat dan sesuai kondisi terbaru.

"Penyuluh juga diminta berkoordinasi dengan PIC Genting kabupaten dalam pelaporan capaian genting pada link https://s.id/Data-GENTING-KALTENG2026," katanya.

Yusi mengajak seluruh penyuluh untuk berkomitmen dan memperkuat sinergisitas dalam rangka menurunkan prevalensi stunting dan memastikan pelaksanaan Genting berjalan dengan baik, serta melaksanakan pemantauan yang terukur atas efektivitas pelaksanaannya.

"Tentunya hal ini tidak hanya bertujuan untuk mengejar capaian target penurunan stunting, namun lebih dari itu, yakni mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting. Mari kuatkan kemitraan yang sinergis diantara berbagai pihak untuk mewujudkan generasi Kotim bebas stunting," demikian Yusi.

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat peran desa dalam penanganan bencana

Baca juga: DPRD Kotim dorong sanksi tegas bagi PBS Tak kooperatif

Baca juga: DPRD Kotim minta pengawasan ketat APH cegah penimbunan barang



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026