Puting beliung hantam pasar, BMKG Sampit imbau masyarakat waspada
Rabu, 20 November 2019 15:42 WIB
Atap Pasar Al Kamal rusak setelah dihantam puting beliung, Rabu (20/11/2019). ANTARA/Istimewa
Sampit (ANTARA) - Angin puting beliung menghantam pasar tradisional Al Kamal Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah sehingga membuat atap pasar tersebut rusak.
"Kejadiannya cukup cepat, tapi alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini," Rahmat, pengurus Pasar Al Kamal di Sampit, Rabu.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat hujan sempat melanda kawasan itu. Tanpa diduga, angin kencang muncul dan menghantam pasar yang terletak di Jalan Hasan Mansyur Kecamatan Baamang.
Peristiwa itu membuat warga yang ada di pasar itu cemas. Meski hantaman puting beliung itu terjadi dalam waktu singkat, namun cukup membuat warga ketakutan.
Kuatnya hantaman angin membuat atap pasar itu rusak. Seng atap tersebut terlempar dan jatuh ke bagian belakang pasar tradisional tersebut.
"Alhamdulillah aktivitas pasar tetap berjalan lancar karena atap yang kena angin puting beliung itu lapaknya masih kosong, belum di tempati pedagang pasar tradisional Al Kamal," kata Rahmat.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan mengatakan, angin yang menghantam pasar tersebut termasuk kategori puting beliung.
"Itu kena puting beliung, soalnya sampai merusak. Puting beliung minimal kecepatannya 35 knot atau sekitar 63 km / jam," kata Nur Setiawan di Sampit.
Baca juga: DPRD dukung BKD Kotim gali PAD bidang kepegawaian
Nur Setiawan mengatakan, puting beliung rawan terjadi saat masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan seperti saat ini. Masyarakat diimbau waspada karena dalam satu bulan ini, khususnya saat ada perubahan kondisi cuaca atau suhu yang signifikan dapat berpotensi memicu munculnya puting beliung.
"Kami mengimbau masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan pada peralihan awal musim hujan ini terhadap potensi angin kencang, angin puting beliung dengan memotong pohon, dahan atau ranting yang mudah roboh atau tumbang," demikian Nur Setiawan.
Baca juga: DPRD Kotim kritik proyek 'mercusuar' hambat peningkatan infrastruktur pelosok
"Kejadiannya cukup cepat, tapi alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini," Rahmat, pengurus Pasar Al Kamal di Sampit, Rabu.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat hujan sempat melanda kawasan itu. Tanpa diduga, angin kencang muncul dan menghantam pasar yang terletak di Jalan Hasan Mansyur Kecamatan Baamang.
Peristiwa itu membuat warga yang ada di pasar itu cemas. Meski hantaman puting beliung itu terjadi dalam waktu singkat, namun cukup membuat warga ketakutan.
Kuatnya hantaman angin membuat atap pasar itu rusak. Seng atap tersebut terlempar dan jatuh ke bagian belakang pasar tradisional tersebut.
"Alhamdulillah aktivitas pasar tetap berjalan lancar karena atap yang kena angin puting beliung itu lapaknya masih kosong, belum di tempati pedagang pasar tradisional Al Kamal," kata Rahmat.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan mengatakan, angin yang menghantam pasar tersebut termasuk kategori puting beliung.
"Itu kena puting beliung, soalnya sampai merusak. Puting beliung minimal kecepatannya 35 knot atau sekitar 63 km / jam," kata Nur Setiawan di Sampit.
Baca juga: DPRD dukung BKD Kotim gali PAD bidang kepegawaian
Nur Setiawan mengatakan, puting beliung rawan terjadi saat masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan seperti saat ini. Masyarakat diimbau waspada karena dalam satu bulan ini, khususnya saat ada perubahan kondisi cuaca atau suhu yang signifikan dapat berpotensi memicu munculnya puting beliung.
"Kami mengimbau masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan pada peralihan awal musim hujan ini terhadap potensi angin kencang, angin puting beliung dengan memotong pohon, dahan atau ranting yang mudah roboh atau tumbang," demikian Nur Setiawan.
Baca juga: DPRD Kotim kritik proyek 'mercusuar' hambat peningkatan infrastruktur pelosok
Pewarta : Norjani
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Kapuas dukung program bedah rumah bagi warga terdampak puting beliung
08 October 2025 14:23 WIB
Legislator Kapuas apresiasi respons cepat pemkab bantu warga dilanda musibah
04 September 2025 16:55 WIB
Pemkab Kapuas salurkan bantuan korban kebakaran dan angin puting beliung
16 November 2023 6:05 WIB, 2023
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Usulan peningkatan infrastruktur masih mendominasi Musrenbang Kecamatan Baamang
04 February 2026 19:49 WIB
Penyegaran birokrasi RSUD dr Murjani Sampit upaya peningkatan mutu pelayanan
04 February 2026 18:55 WIB
Pengurus dan anggota koperasi di Kotim diedukasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan
04 February 2026 17:16 WIB