Satelit pelacak ungkap misteri paus biru

id Tim peneliti akan memaparkan temuan mereka tentang paus biru

 Satelit pelacak ungkap misteri paus biru

Tim peneliti akan memaparkan temuan mereka tentang paus biru pada pertemuan International Whaling Commission, badan internasional yang menangani paus. (www.wikipedia.org) ist

Sydney (ANTARA News) - Para peneliti Australia membidik kawanan paus biru menggunakan senapan angin untuk menempelkan peralatan satelit pelacak pada mahluk raksasa langka itu.

Selama tujuh pekan pelayaran dengan kapal kecil di perairan Kutub Selatan, para ilmuwan dari Australian Antarctic Division melekatkan alat dan melacak paus yang langka terlihat itu menggunakan sonar yang ditempelkan pada pelampung untuk memasuki kehidupan makhluk itu.

Hingga saat ini belum banyak yang diketahui tentang kebiasaan paus biru, yang berbadan sangat besar--jantung paus biru dewasa seukuran sebuah mobil kecil--.

Paus biru telah diburu hingga populasinya terancam pada 1900an dan sekarang masih langka.

"Pengumpulan data pergerakan sedetail ini belum pernah dilakukan, jadi ini sangat penting," kata Virginia Andrews-Goff, anggota tim peneliti, kepada Reuters.

"Kami menggunakan sampel biopsi dan foto untuk mempelajari identitas individual. Selanjutnya informasi individu itu akan membawa ke pengetahuan tentang keberadaan paus biru di Kutub Selatan dan seberapa baik mereka memulihkan diri dari penangkapan," katanya.

Di antara misteri yang meliputi paus biru-- yang dapat tumbuh sepanjang 30 meter dan berbobot 170 ton, adalah jumlah mereka. Jumlahnya diperkirakan beberapa ribu di seluruh dunia.

Mekanisme penelitian ilmiah itu sangat menantang.

Para peneliti hanya bisa melekatkan alat pelacak dengan tembakan senapan angin dari jarak dekat karenanya mereka melakukan latihan fisik dan fitnes untuk memperkuat otot supaya bisa menjaga keseimbangan di perahu yang terombang-ambing.

"Kami menempelkan alat pemantau, mengambil contoh jaringan dan juga memotret, sehingga kadang harus berada di air selama empat jam lebih dalam satu waktu," kata Andrewss-Goff.

"Kami melaju pada suhu di bawah nol derajat celsius. Kadang-kadang bersalju, kadang es juga bisa membuatmu beku," katanya.