Palangka Raya (Antara Kalteng) - Hingga saat ini pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya belum menetapkan harga eceran tertinggi (HET) bahan bakar minyak jenis premium atau bensin pada wilayah itu.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palangka Raya, Sulaksmi saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Sabtu, mengakui hingga kini Pemkot melalui tim koordinasi masih belum ada penetapan HET, baik saat kenaikan maupun penurunan harga BBM tersebut.
"Intinya kami tetap berusaha dan tidak membiarkan berlarut-larut para pengecer dalam memainkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium atau bensin di kota Palangka Raya ini," tandas Sulaksmi.
Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat tim koordinasi dan pengendalian harga BBM akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung para pengecer yang diduga masih memainkan harga bensin di "Kota Cantik" Palangka Raya.
"Sebelumnya kita ingin melakukan rapat koordinasi, namun saat naiknya harga BBM hingga turunnya harga BBM juga masih belum ada penetapan HET BBM di kota Palangka Raya," ujar dia.
Pihaknya berharap, pada rapat koordinasi penetapan harga BBM jenis premium atau bensin pada eceran nanti bisa dihadiri instansi terkait seperti Dinas Pertambangan, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekobang).
Apabila pada rapat koordinasi nantinya sudah disepakti HET BBM khususnya di kota Palangka Raya, maka pihak Disperindagkop setempat akan membuat keputusan yang sah dan langsung memberikan surat kepada para pengecer yang ada di daerah itu.
Sebelumnya warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengeluhkan masih tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di eceran dan minta Pemkot setempat segera mengeluarkan aturan tegas tentang harga eceran tertinggi.
"Kita ketahui, bahwa pemerintah pusat telah memutuskan harga baru BBM premium Rp7.600 per liter dan solar Rp7.250 per liter yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB, namun para pedagang pengecer masih ada yang menjual dengan harga Rp8.500-Rp9.000 per liter,"kata warga Jalan Pinus, M Rizal
Untuk itu ia berharap, Pemkot Palangka Raya dapat dengan segera mengeluarkan kebijakan harga jual eceran BBM jenis premium di daerah itu, sehingga tidak memberatkan masyarakat terutama kalangan masyarakat kalangan bawah, pengojek, dan angkutan lainnya.
Pegawai swasta itu juga meminta para pedagang premium atau bensin eceran juga tidak menjual dengan harga tinggi bensin eceran demi keuntungan pribadi.
Sekedar diketahui, hingga saat ini khususnya di Palangka Raya harga BBM jenis premium atau bensin di setiap pengecer bervariasi, baik dari harga Rp8.500/liter - Rp9.000/liter.
(T.KR-RON/B/A029/A029)
