Muara Teweh (Antara Kalteng) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah Nadalsyah melakukan panen perdana buah lengkeng jenis diamond dan pimpong di sentra pembibitan hortikulura milik pemerintah daerah tersebut.
"Panen perdana ini baru pertama kali dilakukan Bupati Nadalsyah," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Setia Budi di sentra pembibitan hortikulura milik pemerintah daerah di kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu, Selasa.
Selain Bupati Barito Utara, pejabat lainnya yang ikut panen lengkeng Wakil Bupati Ompie Herby, Ketua DPRD Set Enus Y Mebas, dan Sekretaris Daerah pemkab Barito Utara, Jainal Abidin dan pejabat lainnya.
Menurut Budi, selama ini tanaman buah lengkeng terkenal sulit dapat berbuah di daerah ini, dan baru pada tahun ini bisa berbuah dengan hasil yang cukup memuaskan.
"Di lokasi ini ada sekitar dua ratus pohon taman lengkeng dengan dua jenis yang di rawat di lahan UPTD Balai Benih yang luasnya kurang lebih sembilan hektare," katanya.
Budi mengatakan, tanaman lengkeng ini tumbuh subur di daerah ini dan tentunya dengan perawatan yang baik dan benar. Sedangkan untuk tanaman yang berbuah usianya kurang lebih 4 tahun.
"Tujuan kita adalah mensosialisasikan ke masyarakat sehingga nantinya masyarakat juga dapat membudidayakan taman ini baik di kebun maupun pekarangan rumah," ucap Budi.
Untuk bibit tamanan lengkeng masyarakat bisa mendapatkannya di UPTD Balai Benih Kilometer 7 jalan Muara Teweh-Puruk Cahu.
"Kita juga menyediakan bibit buah lengkeng yang biasa dijual dipasaran dengan harga berkisar antara Rp200 ribu, di tempat ini dijual dengan harga Rp 75 ribu," kata dia.
Pemerintah Barito Utara yang merupakan salah satu kabupaten pedalaman Sungai Barito ini tahun 2016 mendatang memprogramkan sentra hortikultura menjadi kawasan agrowisata dengan sasaran luas mencapai puluhan hektare.
