Barang Gratifikasi Dipamerkan/Dilelang, Termahal Arloji Rp150 juta

id Barang Gratifikasi Dipamerkan/Dilelang, Termahal Arloji Rp150 juta

Barang Gratifikasi Dipamerkan/Dilelang, Termahal Arloji Rp150 juta

Petugas menunjukkan barang gratifikasi KPK yang dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Jakarta, Selasa (19/5/15).(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Bandung (Antara Kalteng) - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI memamerkan/melelang 327 jenis barang gratifikasi yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada puncak peringatan Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung, Kamis.

"Total ada 327 item barang gratifikasi yang dipamerkan hari ini di sini dengan rincian 199 paket lelang. Barang gratifikasi ini akan dilelang besok," kata Kasubdit Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI Karman Kamal.

Menurut dia, tujuan dilaksanakannya lelang barang gratifikasi tersebut adalah sebagai bentuk akuntabilitas lembaganya dalam hal tindak lanjut dari KPK.

"Tujuan lain dipamerkannya dan dilelangnya barang-barang gratifikasi ini adalah penyadaran kepada masyarakat bahwa jika menerima gratifikasi segera laporkan kepada lembaga terkait," kata dia.

Ia menuturkan untuk harga terendah yang ditawarkan dalam lelang benda gratifikasi tersebut adalah Rp20 ribu sedangkan harga paling mahal adalah Rp150 juta.

"Benda gratifikasi termurah itu sebuah buku, harganya Rp20 ribu sedangkan yang paling mahal adalah arloji merk Omega harganya Rp150 juta," katanya.

Bagi masyarakat yang berminat ikut lelang benda gratifikasi tersebut bisa langsung daftar dengan menyertakan uang jaminan bagi benda yang diinginkan.

"Pendaftaran lelang bisa dilakukan di depan Gedung Sabuga, ada stand DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara). Sementara untuk pelaksanaan lelangnya Jumat besok," ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kota Bandung menjadi lokasi ketiga yang dijadikan sebagai tempat lelang benda gratifikasi. 

Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar