Sejumlah Pegawai McD Sarinah Masih Trauma

id Sarinah Masih Trauma, karyawan masih trauma bom sarinah, karyawan McD

Sejumlah Pegawai McD Sarinah Masih Trauma

Ledakan bom sekitar kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin,Kamis (14/1/16) Jakarta. McDonalds Sarinah berlokasi di Gedung Sarinah (kanan depan). (Repro: TMC Polda Metro Jaya)

Saya masih suka kaget kalau ada suara kencang. Trauma,"
Jakarta (Antara Kalteng) - Gerai makanan cepat saji McDonalds di Gedung Sarinah pada Sabtu ini kembali beroperasi normal pasca-ledakan di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1) lalu, dan sebagian pegawainya mengaku masih trauma.

"Saya piket jam 11 siang, sebelumnya saya menyeberang di lokasi ledakan itu. Tidak lama setelah saya tiba, terjadi ledakan. Saya bersyukur sekali masih selamat," kata salah seorang pegawai McDonalds Sarinah, Fadhli, kepada ANTARA News, Sabtu.

Saat ledakan, ia dan sejumlah orang lainnya langsung kocar kacir.

Restoran waralaba dari Amerika Serikat (AS) itu tidak jauh dari lokasi terjadinya ledakan dan peristiwa baku tembak antara polisi dengan teroris, yakni di seberang pos polisi dan juga Starbucks Coffee di Menara Cakrawala (Skyline Building).

Suasana di McD pada Sabtu ini tampak normal kembali, meskipun di halaman parkir depan McD masih berjejer mobil-mobil Satellite News Gathering (SNG) dan mobil dari media nasional maupun internasional.

Fadhli menuturkan, "Karena panik, saya ikut temen saya naik ke atas. Sebagian teman-teman saya sudah menyelamatkan diri ke belakang. Sampai sekarang takut kalau terjadi itu lagi."

"Dari atas saya lihat peristiwa itu sambil nangis-nangis, panik, takut," ujarnya menambahkan.

Apalagi, ia sempat mendengar isu bahwa ada pelaku teror yang sempat hendak masuk ke McDonalds, namun berhasil dicegah satuan pengamanan (satpam) gedung yang curiga dengan tas yang dibawa seseorang pengunjung. 

"Saya tidak tahu itu benar atau tidak, tetapi dengar-dengar seperti itu. Kalau pun benar, saya bersyukur berhasil dihalangi karena kalau meledak di sini juga enggak kebayang," kata perempuan berjilbab itu.

Hal senada disampaikan rekannya, Shinta, yang saat kejadian sedang istirahat.

"Katanya ada orang yang mau masuk ke sini, dia pakai dua tas, satu di depan dan satu di belakang. Tetapi, dilarang masuk sama satpam di pos depan karena curiga sama tas yang dibawa," ujar Shinta.

Hingga kini, ia belum memastikan kebeneran kabar tersebut. Hal yang pasti, Shinta mengakui masih mudah kaget, jika mendengar suara yang kencang.

"Saya masih suka kaget kalau ada suara kencang. Trauma," katanya.

Sebelumnya, satpam dari Menara Cakrawala, yang berada di seberang McDonals, juga mengaku mendapat keterangan dari temannya sesama satpam yang mengatakan pelaku lainnya sempat mencoba masuk ke gerai makanan cepat sajinya.

"Tetapi, ia dicurigai oleh satpam di sana, lalu dibawa ke pos polisi. Tidak lama kemudian terjadi ledakan juga di pos polisi," tutur Ihwani.

Ucapannya itu belum dapat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, namun di pos polisi di kawasan itu terkena ledakan bom rakitan teroris.

Pada Kamis (14/1) restoran itu langsung tutup sesaat tragedi bom dan penembakan teroris terjadi. Namun, restoran kembali dibuka pada Jumat (15/1) pukul 17.00 WIB khusus melibatkan pegawai pria, sementara yang perempuan masih diliburkan, dan proses kerja normal pada Sabtu ini.

Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar