Sampit (Antara Kalteng) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyatakan cuaca di jalur mudik laut saat ini masih normal dan aman.
"Cuaca laut yang dilalui untuk tujuan Surabaya dan Semarang, masih aman. Tinggi gelombang juga masih normal antara setengah meter sampai satu meter," kata Kepala KSOP Sampit, Benny Noviandinudin di Sampit, Rabu.
Saat ini keberangkatan kapal dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya meningkat. Jumlah penumpangnya juga naik seiring makin dekat hari raya Idul Fitri.
Prediksi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorolongi Klimatologi dan Geofisika selalu menjadi acuan bagi KSOP dalam memberikan izin berlayar. Cuaca tidak bisa diabaikan karena bisa mengancam keselamatan pelayaran dan penumpangnya.
"Kami terus memantau. Kalau ada perubahan cuaca, pasti akan kami informasikan. Kalau memang situasi tidak memungkinkan sehingga keberangkatan harus ditunda, akan kami tunda," ujar Benny.
Musim mudik lebaran tahun ini ada 21 keberangkatan kapal yang melayani pemudik dari Pelabuhan Sampit terhitung mulai H-15. Terdiri 13 keberangkatan kapal milik PT Pelni dan 8 keberangkatan kapal milik PT Dharma Lautan Utama.
Faktor keselamatan menjadi perhatian serius. Pemeriksaan dilakukan secara rutin untuk memastikan agar kapal yang akan mengangkut penumpang dalam kondisi tidak ada masalah.
Senin (20/6) lalu, KSOP memerintahkan keberangkatan KM Kirana I tujuan Surabaya ditunda keberangkatannya karena ada lubang rembesan di lambung kapal bagian depan. Setelah diperbaiki, barulah kapal tersebut diizinkan berangkat meski molor sekitar dua jam.
