Sampit (Antara Kalteng) - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Sutik menilai pembangunan jembatan Mentaya Sampit merupakan kebutuhan yang mendesak karena untuk membuka daerah terisolasi.
"Pembangunan Jembatan Sungai Mentaya Sampit harus diperjelas, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan bisa aktif untuk segera merealisasikan wacana itu, sebab sudah mendapatkan dukungan Presiden RI Joko Widodo," katanya di Sampit, Sabtu.
Sutik memgungkapkan, selama jembatan itu tidak dibangun maka Kecamatan Seranau dan beberapa desa serta kelurahan di wilayah itu akan sulit berkembang.
Pembangunan di wilayah Kecamatan Seranau butuh anggaran lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya, hal itu dikarenakan pengangkutan material harus menyeberangi sungai.
Menurut Sutik, pembangunan Jembatan Mentaya diperkirakan butuh biaya sebesar Rp1,4 triliun. Untuk itu pembangunannya perlu campur tangan pemerintah pusat melalui APBN.
APBD kabupaten dan provinsi Kalteng hanya mampu untuk membiayai pembebasan lahan.
"Memang harus dibangun oleh pemerintah pusat, disitu anggaran sangat besar APBD kita tidak mungkin diarahkan untuk pembangunan itu, disini peran pemerintah pusat sangat diperlukan," katanya.
Lebih lanjut Sutik mengatakan, sebelumnya presiden RI Joko Widodo telah berjanji akan membantu pembangunan jembatan Mentaya Sampit tersebut. Sekarang tinggal pemerintah kabupaten Kotawaringin Timir dan provinsi Kalteng menagih janji presiden tersebut.
"Jembatan Mentaya Sampit itu nantinya akan menghubungkan ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur dengan wilayah Kecamatan Seranau dan beberapa desa serta kelurahan yang ada di tepian sungai Mentaya," ucapnya.
Kecamatan Seranau merupakan daerah kecamatan paling dekat dengan ibukota kabupaten, namun karena terhalang oleh Sungai Mentaya maka pembangunannya agak tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di wilayah Kotawaringin Timur.
"Dengan dibangunnya Jembatan Mentaya Sampit tersebut kita berharap akan membuka daerah terisolasi serta berdampak pada percepatan pembangunan di wilayah itu," ungkapnya.
Wilayah Kecamatan Seranau kedepannya direncanakan sebagai pusat pemerintaha kabupaten Kotawaringin Timur dan kawasan industry..
"Pusat ibu kota kabupaten yang ada sekarang ke.depannya akan menjadi pusat pemerintahan kota madya," demikian Sutik.Â
