Harga Tinggi, Pengusaha Sarang Walet di Kotim Untung Besar

id sarang walet, pengusaha sarang walet untung, rugi, untung, sampit, kotim, Harga Tinggi, Pengusaha Sarang Walet di Kotim Untung Besar

Usaha budidaya sarang burung walet makin diminati masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur karena harga jualnya masih cukup tinggi. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antara Kalteng) - Para pengusaha dan pembudidaya sarang burung walet di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah saat ini untung besar bersamaan naik tingginya harga sarang walet.

"Saat ini harga sarang walet sedang bagus, mudah-mudahan terus naik sehingga menguntungkan," kata Rian, salah satu pembudidaya sarang burung walet di Sampit, Sabtu.

Saat ini harga sarang burung walet di tingkat pembudidaya untuk sarang jenis mangkok Rp16 juta, jenis sudut Rp14 juta, jenis patahan Rp13 juta. Jika yang membeli bukan pelanggan tetap, harga bisa lebih tinggi Rp1 juta.

Kenaikan harga terjadi sejak enam bulan terakhir dan diprediksi akan terus naik. Bahkan ada yang memprediksi harga terus naik hingga mencapai Rp25 juta/kg.

Kenaikan cukup tinggi terjadi dalam dua pekan terakhir. Jika dibanding dua pekan lalu, saat ini terjadi kenaikan harga sekitar Rp1 juta /kg di tingkat pembudidaya sarang walet.

Empat tahun lalu, harga sarang burung walet sempat anjlok hiingga hanya sekitar Rp2 juta /kg. Saat ini permintaan sarang burung walet dari luar negeri sangat tinggi sehingga harga jual terus naik.

"Informasinya, sarang walet dibuat untuk konsumsi, kosmetik dan obat. Kami sudah ada kerjasama dengan pengepul. Dia yang nanti rutin datang membeli sarang walet kami, selanjutnya dijual di dalam negeri. Kabarnya sebagian besar juga diekspor, tapi saya tidak tahu persisnya karena kami tidak mengurusi itu," kata Rian.

Saat ini permintaan sarang walet cukup tinggi. Calon pembeli akan kesulitan mendapatkan sarang walet jika tidak menjalin kerjasama karena saat ini permintaan sarang walet sangat tinggi.

Tingginya permintaan, menunjukkan peluang usaha budidaya sarang burung walet masih sangat menjanjikan. Tidak berlebihan jika kini makin banyak masyarakat yang membangun tempat penangkaram sarang burung walet. 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar