Disbudpar Kotim Lestarikan Tari Pesisir Melalui Lomba

id Disbudpar Kotim, Fajrurrahman, lomba Tari Pesisir

Salah satu peserta lomba tari pesisir menampilkan kreasi mereka saat lomba yang digelar ikon kota Patung Jelawat, Senin (13/11/2017) malam. (Foto Dok. Disbudpar Kotim)

Sampit (Antara Kalteng) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggelar lomba tari pesisir untuk mendukung pelestarian jenis tari bernuansa Islami tersebut.

"Lomba ini merupakan salah satu upaya kami memotivasi generasi muda untuk mencintai kesenian, khususnya tari pesisir. Dengan begitu, makin banyak yang belajar dan mengembangkan tari pesisir sehingga jenis tari ini bisa terus kita lestarikan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, Fajrurrahman di Sampit, Senin (13/11) malam.

Lomba tari pesisir digelar di ikon kota Patung Jelawat pada Senin malam. Meski pesertanya belum begitu banyak, namun kegiatan ini disambut antusias masyarakat yang sedang berada di objek wisata di pinggir Sungai Mentaya tersebut.

Lomba tari pesisir ini diikuti delapan peserta kelompok tari yang ada di Sampit. Berbagai kreasi tarian ditampilkan masing-masing kelompok penari dengan suguhan terbaik mereka untuk memukau juri dan penonton.

Ciri khas tari pesisir adalah bernuansa Islami, mulai dari kostum penari, aksesoris pendukung, syair lagu pengiring yang umumnya menyelipkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, hingga penggunaan alat musik khas yaitu gendang rebana dan biola.

Lokasi lomba yang strategis yaitu di objek wisata Patung Jelawat yang merupakan ikon kota, terletak di alam terbuka dan di pinggir sungai, ditambah sorotan lampu gemerlap, membuat penampilan para penari terlihat sangat berbeda dan menyuguhkan sebuah tontonan menarik.

Para peserta berhasil menampilkan kreasi tari pesisir terbaik mereka. Namun setelah melakukan penilaian secara keseluruhan, dewan juri memutuskan dan mengumumkan para pemenang, yakni Juara 1 diraih Sanggar Lendang Linge

Juara 2 diraih Sanggar Tari SMA Negeri 4 Sampit dan Juara 3 diraih Sanggar Tari SMA Negeri 2 Sampit.

Lomba tari pesisir ini merupakan bagian rangkaian pelaksanaan event pariwisata Kotawaringin Timur yakni tradisi budaya Mandi Safar. Rangkaian kegiatan lainnya yakni lomba maulid al habsyi di lokasi yang sama pada Selasa (14/11) malam, serta lomba mewarnai untuk anak-anak dan lomba fashion casual muslim pada Rabu (15/11) pagi.

Acara puncak yaitu Mandi Safar digelar pada Rabu (15/11) siang. Seremonial pembukaan dilaksanakan di ikon Patung Jelawat, selanjutnya acara inti yakni Mandi Safar dilaksanakan di Dermaga Habaring Hurung yang letaknya cukup dekat dan berdampingan.

Mandi Safar merupakan tradisi budaya yang sudah ada sejak dulu. Tradisi ini yakni mandi bercebur di Sungai Mentaya sebagai simbol membersihkan diri sekaligus harapan agar diri bersih dan terhindar dari hal-hal negatif.

Tradisi Mandi Safar dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini kini dikemas lebih menarik menjadi sajian pariwisata daerah.

"Tradisi budaya ini kini kami kemas menarik dan dijadikan event pariwisata untuk mendukung sektor pariwisata dan tekad menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata di Kalimantan Tengah. Kami mengajak masyarakat dan wisatawan luar daerah untuk datang menyaksikan acara ini," ajak Fajrurrahman.

Acara ini juga diisi dengan bazar kue tradisional yang menyuguhkan berbagai macam kue khas daerah ini. Harapannya agar masyarakat dan wisatawan juga bisa menikmati kenikmatan kue tradisional setempat.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar