Pulang Pisau bangun Rumah Betang

id pembangunan rumah betang,pulpis,bupati pulpis edy pratowo

Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo, Wakil Bupati Pudjirustaty Narang, Ketua DAD Edvin Mandala bersama unsur terkait meletakan pondasi awal pembangunan rumah Betang di daerah setempat, Selasa (13/2/18). (Foto Antara Kalteng/Adi Waskito)

Pulang Pisau (Antaranews Kalteng) - Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, H Edy Pratowo meletakan batu pertama awal pembangunan rumah Betang yang menjadi rumah besar bagi masyarakat adat setempat yang berlokasi di Kelurahan Bereng. 

"Pembangunan rumah Betang ini sudah menjadi bagian dari visi dan misi, selain pembangunan balai
adat di masing-masing kecamatan," terang Edy Pratowo, Selasa.

Meski pembangunan rumah Betang ini mulai dilakukan dipenghujung akhir jabatannya, diharapkan rumah besar bagi masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan-kegiatan adat di daerah setempat.  

"Pembangunan rumah Betang atar rumah Besar masyarakat Dayak ini dilakukan secara bertahap dan pembangunannya sudah dimulai tahun ini," kata Edy.

Keberadaan rumah Betang ini sendiri, terang Edy Pratowo, menjadi simbol kebersamaan di dalam satu rumah besar, begitu juga dalam proses pembangunan di kabupaten setempat yang memerlukan sebuah kebersamaan. 

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Pulang Pisau, Edvin Mandala mengungkapkan bahwa rumah Betang adalah simbol bagi masyarakat adat Dayak. Nantinya, rumah Betang ini bisa menjadi wadah berkumpul bagi masyarakat adat Dayak setempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan adat.

Masyarakat adat Dayak setempat juga dapat menjadikan sebagai pusat pengembangan seni adat setempat juga menggelar ritual maupun kesenian adat.  

Ia juga berharap ke depan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa menjadikan keberadaan rumah Betang sebagai salah satu obyek wisata adat yang bisa menjadi daya tarik wisata lokal dan luar daerah untuk mengetahui adat istiadat masyarakat yang ada di daerah setempat.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar