Waspada! penipuan CPNS dengan mencatut nama pejabat

id penipuan cpns,penerimaan cpns,kotim,sampit

Ilustrasi - Para peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS). (FOTO ANTARA/Eric Ireng)

Kalau ada yang mengatasnamakan bupati, wakil bupati, sekretaris daerah dan lainnya, itu tidak benar. Jangan percaya, itu jelas penipuan. Masyarakat jangan sampai tertipu
Sampit (Antaranews Kalteng) - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mewaspadai penipuan dengan modus menjanjikan peserta pasti lulus calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan mencatut nama pejabat.

"Kalau ada yang mengatasnamakan bupati, wakil bupati, sekretaris daerah dan lainnya, itu tidak benar. Jangan percaya, itu jelas penipuan. Masyarakat jangan sampai tertipu," kata Sekretaris Daerah Halikinnor di Sampit, Selasa.

Kabar rencana perekrutan CPNS, dimanfaatkan oknum tertentu untuk menipu. Pelaku menghubungi orang-orang yang diperkirakan akan ikut seleksi CPNS atau melalui kerabat mereka dan menjanjikan bisa meluluskan peserta menjadi PNS.

Untuk meyakinkan calon korban, pelaku mencatut nama-nama pejabat atau mengaku orang dekat kepala daerah. Sebagai imbalannya, pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang yang diminta.

Beberapa warga mengaku sempat dihubungi pelaku, untungnya mereka tidak mudah percaya dan mengonfirmasi langsunh kepada pejabat bersangkutan sehingga tidak sampai tertipu.

Halikinnor menegaskan, modus tersebut sebenarnya sudah sering muncul menjelang seleksi CPNS dan tenaga kontrak. Seharusnya masyarakat jeli dan tidak sampai tertipu karena seluruh tahapan seleksi diumumkan dan dilaksanakan secara terbuka.

"Memang ada rencana seleksi CPNS, tapi sampai sekarang belum disetujui pemerintah pusat. Kalau sudah ada persetujuan, pasti akan diumumkan melalui BKD. Masyarakat jangan sampai tertipu oleh oknum yang ingin memanfaatkan keadaan," pesan Halikinnor.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kotawaringin Timur, Alang Arianto mengaku kaget setelah mengetahui namanya dicatut penipu. Untungnya warga mengklarifikasi terlebih dulu sehingga tidak sampai tertipu karena dia tidak pernah melakukan itu.

"Ada yang menelepon dan bahkan ada yang datang ke rumah menanyakan itu, saya tegaskan itu bukan saya. Itu penipuan. Katanya korban diminta mengirim uang Rp2.750.000. Saya ingatkan, masyarakat jangan percaya," ujar Alang.

Alang mengakui, belum lama ini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengusulkan sebanyak 1.417 formasi calon pegawai negeri sipil untuk pengadaan tahun 2018 ini kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Namun Alang menegaskan, saat ini belum ada persetujuan dan kepastian kapan seleksi bisa dilaksanakan. Alang juga menegaskan, proses seleksi akan dilaksanakan secara transparan untuk mencegah terjadi kecurangan.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar