Maskapai Wing Air dan Nam Air tambah jadwal penerbangan agar tidak terjadi ini

id Maskapai Wing Air dan Nam Air,Bandara Iskandar,pangkalan bun,kobar

Petugas Ground handling Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun (rompi hijau) saat memeriksa bagasi milik para penumpang yang ingin keluar dari ruang kedatangan (arrival) Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, Rabu (20/6/18). (Foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Pangkalan Bun (Antaranews Kalteng) - Pengelola Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, memprediksi arus balik Lebaran tahun 2018 berlangsung hingga 30 Juni karena penumpang pesawat banyak yang bekerja di perusahaan besar swasta.

Oleh karena itu, agar tidak terjadi penumpukan penumpang selama arus balik, ada penambahan jadwal penerbangan dari maskapai Wing Air dan Nam Air, kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar UdaraU Iskandar Pangkalan Bun, Ambar Suryoko, di Pangkalan Bun, Rabu.

"Tapi untuk puncak arus balik, kita memperkirakan akan terjadi, Sabtu (23/6). Itu karena masyarakat yang telah melakukan mudik, bisa beristirahat pada hari Minggu, dan dan Senin orang-orang kembali melakukan aktivitas," tambahnya.

Berdasarkan data dari UPBU Iskandar Pangkalan Bun sebanyak 2.378 penumpang tiba di Kabupaten Kotawaring Barat sejak H+1 hingga H+3. Sementara, sejak H-8 hingga H+3 tercatat 27.615 penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandar Udara Iskandar.

Dia mengatakan 27.615 penumpang tersebut masih di dominasi oleh keberangkatan yaitu sekitar 16.538 penumpang, dan kedatangan hanya 11.077 penumpang.

Bahkan meski telah memasuki H+3, kemarin jumlah keberangkan masih lebih besar dari kedatangan.

"H+3 Lebaran ada sekitar 1.072 penumpang yang berangkat, dan kedatangan hanya sekitar 880 penumpang. Ini akan terus terjadi hingga 30 Juni 2018," kata Ambar.

Sebelumnya di tempat terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kumai, Wahyu Prihanto, memperkirakan arus balik di Pelabuhan Kumai akan mulai ramai sekitar tanggal 20 Juni 2018, karena bertepatan dengan habisnya jadwal cuti bersama.

"Sebagian pemudik mengambil momen tujuh hari Lebaran Syawal atau Lebaran Ketupat. Momen ini yang diambil oleh para pemudik, khususnya warga Madura atau Jawa Timur," kata Wahyu.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar