Telinga berair dan merasa pusing? Waspada radang telinga

id telinga,radang,pusing,berair,pendengaran

Telinga berair dan merasa pusing? Waspada radang telinga

Ilustrasi Telinga (Shutterstock)

Jakarta (Antaranews Kalteng) - Pusing dan telinga berair merupakan salah satu gejala radang telinga tengah (otitis media), selain telinga bengkak dan penderitanya kejang pada tahapan tertentu tergantung stadiumnya.

Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung dan Tenggorok) dari Rumah Sakit Khusus THT - Bedah KL Proklamasi, Prof Dr. Zainul A. Djaafar, Sp.THT-KL (K), mengungkapkan bahwa pada tingkat pertama atau otitis media akut (OMA), biasanya terjadi pembengkakan di sekitar saluran eustachius sehingga saluran tersumbat.

Kemudian, terbentuklah nanah di dalam telinga tengah akibat perlawanan sel darah putih terhadap bakteri. Pembengkakan di sekitar saluran eustachius juga menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga.

"Otitis media akut biasanya memunculkan tanda seperti membran timpani utuh tetapi warnanya berubah dari keabu-abuan menjadi merah, penderita gelisah, susah tidur, muntah, diare dan kejang," ujar Dr. Zainul dalam talkshow bertema "Waspada Ketulian akibat Radang Telinga Tengah" yang diselenggarakan salah satu perusahaan farmasi, di Jakarta, Kamis.

"Telinga bisa sangat nyeri, karenanya bisa kejang dan buang-buang air," tambah dia.

Lebih lanjut ungkap Dr. Zainul, pada tingkat yang lebih serius, radang bisa berkembang menjadi otitis media kronik, yang ditandai dengan keluarnya nanah atau lendir dari telinga. 

Kondisi ini terjadi jika OMA berlanjut lebih dari dua bulan. Tingkat berikutnya adalah otitis media efusi. Pada tingkat itu, lendir dapat saja tidak muncul dari telinga, tetapi bisa memunculkan keluhan seperti rasa penuh di dalam telinga.

"Di telinga tengah ada lendir berwarna bening. Penderita akan merasa ada air di telinga. Keluhan biasanya seperti rasa penuh di dalam telinga," ungkap Dr. Zainul.

"Penderita sering tidak sadar ada gangguan di telinga. Mereka hanya merasa pendengaran berkurang," tambah dia.

Dr. Zainul mengatakan pada tahap kronik atau gangguan telinga berulang, penderita bisa mengalami ketulian bahkan komplikasi ringan hingga berbahaya seperti meningitis dan abses otak.

"Infeksi telinga tengah berulang di samping bisa sebabkan ketulian juga dapat terjadi komplikasi ringan sampai berbahaya seperti meningitis dan abses otak," kata dia.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar