Penerbangan Susi Muara Teweh - Palangka Raya dihentikan, kenapa ya?

id susi air ,rute muara teweh - palangka raya,bandara beringin,bandara tjilik riwut,cessna,penerbangan subsidi

Pesawat Susi Air ketika mengangkut penumpang di Bandara Beringin Miara Teweh tujuan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Maskapai Susi Air menghentikan pelayanan penerbangan bersubsidi Pemerintah Pusat rute Bandara Beringin Muara Teweh Kabupaten Barito Utara ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalteng.
    
"Sejak Rabu (21/11) penerbangan terakhir Muara Teweh-Palangka Raya, karena kontrak kerja sama subsidi 2018 telah berakhir," kata petugas Bandara Beringin Muara Teweh, Suriadi, Jumat.

Penerbangan Susi Air  menggunakan pesawat jenis Cessna  berpenumpang 12 orang dengan frekuensi tiga kali sepekan, yakni setiap Selasa, Rabu, dan Kamis dengan harga tiket Rp454.100 (termasuk airport tax) untuk rute Palangka Raya-Muara Teweh dan sebaliknya Rp444.100.

Kontrak kerja sama bersubsidi tahun ini (2018) telah berakhir, sehingga tidak diketahui kapan lagi dibuka penerbangan tersebut hingga  2019 nanti.

"Diperkirakan penerbangan bersubsidi akan beroperasi lagi pada Maret 2019 mendatang," katanya.

Saat ini pesawat yang mendarat di Bandara Beringin Muara Teweh hanya pesawat carteran  sejumlah perusahaan tambang batu bara dan kegiatan survei.     

Masyarakat di daerah ini mengharapkan tahun depan penerbangan selain Muara Teweh - Palangka Raya juga dibuka rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Balikpapan, Kalimantan Timur seperti beberapa tahun lalu.   

Seorang warga, Alwandi  mengatakan, penghentian penerbangan Susi Air ke daerah ini sangat dirasakan warga karena transportasi udara merupakan jasa angkutan alternatif yang cepat terutama di Kabupaten Barito Utara yang letaknya di pedalaman Kalteng.

"Kalau kita menggunakan angkutan darat, jarak tempuh ke Palangka Raya relatif lama sekitar 7 jam dan ke Banjarmasin mencapai sembilan jam," ucapnya.
 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar