Dinas Pertanian Kotim dorong desa kembangkan potensi agrowisata

id Dinas Pertanian Kotim dorong desa kembangkan potensi agrowisata,Kotawaringin Timur,Made Dikantara,Sampit

Kebun nanas gantang yang merupakan nanas khas Kecamatan Baamang, menjadi salah satu lokasi yang diusulkan menjadi lokasi agrowisata. (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, mendorong desa-desa di daerah itu untuk mengembangkan potensi agrowisata karena dampaknya sangat positif terhadap desa dan kabupaten.

"Selain mengembangkan pertanian, desa juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agrowisata. Ini akan sangat menarik bagi tamu dari luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur I Made Dikantara di Sampit, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah mencanangkan daerah ini menjadi tujuan wisata di Kalimantan Tengah. Untuk itu semua sektor harus mendukung, tidak terkecuali di bidang pertanian dengan mengusung konsep agrowisata.

Mendorong tumbuhnya agrowisata di desa bukan tanpa alasan. Saat ini ada beberapa desa yang dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan agrowisata dengan menjual hasil pertanian di desa tersebut.

Made menyebutkan, Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, merupakan salah satu desa yang berpotensi mengembangkan agrowisata. Tata desa yang bagus, kemajuan infrastruktur, lokasinya yang cukup dekat dengan pusat kota, serta hasil pertaniannya yang bagus, menjadi modal dan potensi menarik untuk pengembangan pariwisata.

Desa Eka Bahurui sudah diakui dalam hal prestasi di bidang pertanian. Desa ini pernah menjadi juara lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dan nasional atas kekompakan dan konsistensi warganya dalam pembangunan di bidang pertanian.

Pengembangan agrowisata diyakini akan membawa dampak positif terhadap masyarakat desa. Potensi ekonomi juga akan meningkat karena hasil pertanian akan menunjang sektor pariwisata.

"Sudah banyak daerah yang sukses mengembangkan agrowisata dan dampaknya sangat positif terhadap masyarakat. Makanya kami sangat mendukung desa-desa yang ingin mengembangkan agrowisata," kata Made.

Sementara itu, desa lainnya yang ingin mengembangkan agrowisata adalah Desa Kandan Kecamatan Kotabesi. Desa yang terletak di pinggir Sungai Mentaya ini mengembangkan kebun buah naga yang hasilnya sudah menembus pasar ekspor.

"Beberapa tahun terakhir ini perkembangannya memang cukup bagus. Pemasarannya juga meluas hingga ke Kalimantan Barat, bahkan Malaysia. Hasilnya menggembirakan, makanya masyarakat makin bersemangat," kata Kepala Desa Kandan Agus Prawito.

Buah naga yang dihasilkan petani Desa Kandan terdiri dari buah naga berwarna merah dan putih, namun kedua-duanya memiliki rasa yang enak. Keuletan petani setempat membuat buah naga tumbuh subur dan memberikan hasil yang menggembirakan.

Saat ini sudah ada sekitar 50 hektare buah naga yang ditanam masyarakat setempat. Luasannya diperkirakan akan terus bertambah karena makin banyak warga yang tertarik memanfaatkan lahan mereka untuk ditanami buah naga.

Perkembangan positif itulah yang membuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mempersiapkan Desa Kandan menjadi agrowisata buah naga. Bupati H Supian Hadi dan Sekretaris Daerah Halikinnor bahkan melihat langsung ke lapangan dan menikmati buah naga hasil kebun milik petani Desa Kandan pada Minggu (3/3) kemarin.

"Kami berharap ini bisa terus dikembangkan sehingga membawa dampak besar terhadap perekonomian masyarakat di desa kami. Kami juga sangat bersyukur desa kami dijadikan agrowisata buah naga karena dampaknya pasti sangat positif," kata kepala desa termuda itu. 

Selain itu, ada pula potensi agrowisata di Kecamatan Baamang yaitu kebun nanas gantang di Kelurahan Baamang Hulu dan durian di Kelurahan Tanah Mas. Lokasinya sangat strategis karena cukup dekat dari pusat Kota Sampit.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar