Karang Taruna Kotim turun ke jalan bagikan masker

id Karang Taruna Kotim turun ke jalan bagikan masker,Kebakaran lahan,Kabut asap,Kotim,Kotawaringin Timur,Sampit

Karang Taruna Kotim turun ke jalan bagikan masker

Pengurus Karang Taruna Kotawaringin Timur memasangkan masker kepada seorang pelajar agar tidak terhirup asap kebakaran lahan, Sabtu (7/9/2019). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Pengurus Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah turun ke jalanan di Sampit untuk membagikan masker kepada pengendara agar terhindar dari dampak buruk kabut asap kebakaran lahan yang masih menyelimuti kota itu.

"Ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap kabut asap yang masih terjadi saat ini. Kami berharap masker yang kami bagikan ini bisa membantu menghindarkan warga dari penyakit akibat kabut asap," kata Rahmat Hidayat, pengurus Karang Taruna Kotawaringin Timur yang menjadi koordinator aksi sosial itu di Sampit, Sabtu.

Pembagian masker hanya dilakukan di satu lokasi yaitu simpang empat Jalan Tjilik Riwut - Pemuda. Titik ini dipilih karena banyak dilewati pengendara, khususnya pelajar yang hendak menuju ke sekolah.

Aksi sosial ini disambut antusias masyarakat, meski kabut asap hari ini tidak separah kemarin. Warga antre menepi ke pinggir jalan untuk meminta masker dari pengurus Karang Taruna yang menyebar di empat sudut lampu merah.

Tidak sampai 30 menit, sebanyak 1.000 masker habis dibagikan. Jika kabut asap masih terjadi, pengurus Karang Taruna berencana kembali turun ke jalan membagikan masker kepada masyarakat.

"Kami juga mengimbau warga Karang Taruna di tingkat kabupaten hingga desa untuk aktif membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Selain memadamkan kebakaran, juga perlu sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan karena dampaknya sangat buruk bagi orang banyak," kata Rahmat Hidayat.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kualitas udara kota Sampit pada pukul 08.00 WIB masuk dalam kategori Tidak Sehat, yakni dengan kadar polusi udara 173.44 mikrogram.

Baca juga: Kualitas udara Sampit kategori berbahaya

H Jaini, salah seorang warga Sampit  mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan Karang Taruna Kotawaringin Timur. Meski sederhana namun pembagian masker tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Aksi nyata seperti ini sangat bermanfaat karena dapat melindungi masyarakat dari penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) akibat asap dan debu kebakaran lahan," katanya.

Jaini berharap kebakaran lahan dan kabut asap bisa berakhir karena dampaknya sudah sangat mengganggu. Dia khawatir kondisi ini berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak karena sangat rentan terserang penyakit akibat asap.