Ratusan peajar SMP/SMA ikuti kompetisi roket air yang diselenggarakan Kemristekdikti

id kompetisi roket air,Ratusan peajar SMP/SMA ikuti kompetisi roket air yang diselenggarakan Kemristekdikti

Ratusan peajar SMP/SMA ikuti kompetisi roket air yang diselenggarakan Kemristekdikti

Seorang peserta menerbangkan roket air dalam Kompetisi Roket Air 2019 diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang, Kamis (20/6). (ANTARA/Humas Pemkot Magelang)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 404 orang pelajar yang berasal dari sekitar 90-an sekolah SMP dan SMA sederajat mengikuti Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) Jabodetabek dan Cilegon 2019 yang diselenggarakan oleh Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

"Kompetisi roket air bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat, kreativitas, dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan," kata Direktur PP IPTEK M Syachrial Annas dalam keterangan pers diterima Antara, Jakarta.

Kompetisi roket air merupakan ajang adu keterampilan bagi pelajar usia 1216 tahun di bidang teknologi antariksa, di mana roket air digunakan sebagai media dalam menjelaskan prinsip sains yang dikenal dengan Hukum Newton.

Kompetisi diadakan pada 7-8 September 2019 di gedung PP-IPTEK di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kompetisi itu terdiri dari dua sesi, yakni pembuatan roket air dan peluncuran roket air.

Pada 7 September 2019, para peserta dibekali pelatihan dalam lokakarya pembuatan roket air dengan membuat satu roket, kemudian dilanjutkan membuat satu roket untuk kompetisi yang dilaksanakan di Ruang Kelas lantai 3 gedung PP-IPTEK.

Roket air terbuat dari bahan botol plastik berkaborasi dengan jumlah minimal sebanyak dua buah botol yang akan dirakit menjadi satu bagian badan roket air. Badan roket air dilengkapi dengan sirip roket yang terbuat dari bahan infraboard atau sterofoam tebal yang dipotong dan dibentuk seperti sirip roket pesawat ulang alik. Bentuk desain sirip roket dapat bermacam-macam tergantung dari kreativitas para peserta, namun dalam kompetisi ini bentuk sirip roket sudah ditentukan oleh panitia dari PP-IPTEK.

Selanjutnya kegiatan di lapangan diawali dengan uji coba peluncuran roket air, yang mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan uji coba peluncuran. Kemudian, dilanjutkan dengan kompetisi peluncuran sesi 1 berdasarkan zona atau target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 50 meter.

Sementara pada 8 September 2019, peserta melakukan peluncuran roket air sesi 2. Juri akan menilai jarak yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Setelah penilaian, 50 pemenang terbaik berhak melanjutkan ke tingkat nasional.

Tiga besar yang memenangkan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) Jabodetabek dan Cilegon 2019 tersebut adalah Granada Andalusia H dari SMAN 90 Jakarta yang meraih posisi pertama. Juara kedua adalah Syauqi Najla Konza Setyawan dari SMP Qur'an Assalam Gunung Putri Bogor. Dan Juara ketiga adalah Syahrozad Zalfa Nadia dari MTs Pembangunan UIN.

Selain untuk mewadahi potensi bidang sains bagi generasi muda untuk terus berkembang dan turut berperan serta dalam kemajuan teknologi di bidang antariksa, KRAR dilakukan sebagai tahap awal dari kompetisi roket air selanjutnya, yakni Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional (KRAN) dan Kompetisi Roket Air Internasional se-Asia Pasifik (KRAI) yang tahun ini akan diselenggarakan oleh Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Jepang pada November 2019.

Kegiatan Kompetisi Roket Air Tingkat Regional selain dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan Banten juga diselenggarakan di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

Kegiatan KRAR di wilayah lainnya diselenggarakan oleh science center di masing-masing wilayah. Perwakilan pemenang terbaik dari masing-masing wilayah akan berkumpul dalam Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada 2730 September 2019 di PP-IPTEK, Jakarta.

PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) bagi masyarakat, khususnya generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara
 

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar