Reses DPRD Barito Selatan banyak terima keluhan bidang kesehatan

id Reses DPRD Barito Selatan banyak terima keluhan bidang kesehatan,Buntok,DPRD Barsel,Kesehatan

Reses DPRD Barito Selatan banyak terima keluhan bidang kesehatan

Ketua DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran (kanan) menyerahkan hasil reses anggota dewan di tiga daerah pemilihan kepada Wakil Bupati Satya Titiek Atyani Djoedir dalam rapat paripurna di Buntok, Senin (4/11/2019). ANTARA/Bayu Ilmiawan

Buntok (ANTARA) - Keluhan terkait keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan di kawasan pelosok menjadi masalah yang banyak disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah saat para wakil rakyat itu melakukan reses ke daerah pemilihan masing-masing.

"Pada reses yang kita laksanakan beberapa  waktu lalu itu untuk menyerap aspirasi masyarakat, dan banyak usulan masyarakat, baik dalam bidang infrastruktur, Kesehatan, dan pendidikan, maupun bidang sosial," kata Ketua DPRD Barito Selatan Farid Yusran di Buntok, Senin.

Hasil reses itu disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian hasil reses anggota DPRD di dapilnya masing-masing tersebut dipimpin ketua DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran.

Masing-masing juru bicara tim reses di tiga daerah pemilihan Barito Selatan menyampaikan hasil reses dalam menyerap aspirasi masyarakat yang telah dilaksanakan anggota dewan beberapa waktu lalu.

Usulan hasil reses dari tiga daerah pemilihan itulah yang disampaikan pihaknya dalam sidang paripurna DPRD kali ini. Oleh karena itu, hasil reses ini dapat menjadi perhatian pemerintah kabupaten demi kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat Barito Selatan.

Dalam usulan hasil reses ini dikelompokkan pada kategori sangat prioritas dan prioritas. Ia mencontohkan, untuk kategori sangat prioritas seperti dalam bidang kesehatan terkait dengan pelayanan dan jumlah tenaga kesehatan yang sangat diperlukan masyarakat.

Masalah lain muncul yakni petugas kesehatan tidak berdomisili pada desa itu karena fasilitasnya belum siap lantaran kondisi poskesdes dan pustunya rusak berat. Akhirnya, pelayanan yang diberikan tidak bisa diberikan secara optimal.

Kemudian lanjut dia, seperti di Desa Teluk Mampun, petugas kesehatan harus mendatangi ke rumah-rumah penduduk, padahal seharusnya dia menunggu di poskesdes. Itu terpaksa dilakukan karena fasilitasnya kurang memadai.

Begitu juga dengan jumlah petugas kesehatan yang ada di desa harus dilihat dari jumlah penduduk. Seperti di Desa Tanjung Jawa yang penduduk desanya berjumlah ribuan orang, namun petugas kesehatannya hanya ada satu orang bidan dan satu orang perawat.

"Jumlah petugas kesehatannya sama dengan dengan di Desa Teluk Mampun yang jumlah penduduknya hanya 400 jiwa, seharusnya di Desa Tanjung Jawa, petugas kesehatannya harus ditambah," kata dia.

Hal ini dapat menjadi perhatian pihak eksekutif karena pihak eksekutif memiliki data sehingga bisa memprioritaskan peningkatan pelayanan kesehatan di desa tersebut.

Begitu juga dalam bidang infrastruktur, pendidikan, maupun bidang sosial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sudah disampaikan dalam rapat paripurna ini, sehingga bisa menjadi perhatian supaya ditindaklanjuti.

Sementara itu Wakil Bupati Barito Selatan, Satya Titiek Atyani Djoedir mengatakan, hasil reses anggota DPRD ini akan dipelajari dan ditindaklanjuti.

"Hasil reses ini akan dicocokkan dengan program yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Barito Selatan," demikian Satya Titiek.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar