Jerman selidiki dugaan skandal yang dilakukan Mitsubishi

id Mitsubishi,Jerman,Jerman selidiki dugaan skandal yang dilakukan Mitsubishi

Jerman selidiki dugaan skandal yang dilakukan Mitsubishi

Ilustrasi: Mitsubishi. (ANTARA/Mitsubishi)

Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil Jepang Mitsubishi sedang diperiksa oleh jaksa penuntut Jerman karena diduga menggunakan perangkat ilegal di mesin dieselnya untuk mengelabui uji emisi.

Kasus ini merupakan yang terbaru setelah penemuan di AS yang kemudian meluas sebelum kemudian pada 2015 Volkswagen mengaku telah "mencurangi" uji emisi.

Kantor kejaksaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejabat sedang menyelidiki anggota staf di sebuah produsen mobil internasional untuk penipuan, serta satu unit perusahaan diler mobil internasional, dan dua pemasok mobil.

Dalam sebuah pernyataan, Mitsubishi Motors mengatakan telah diinformasikan tentang penyelidikan distributor Jerman serta fasilitas R&D Eropa, yang juga berbasis di Jerman, oleh otoritas setempat.

Baca juga: Mitsubishi pamerkan tujuh mobil barunya

"Tidak ada informasi lebih lanjut pada tahap itu. Mitsubishi Motors tentu saja akan berkolaborasi dan berkontribusi dalam penyelidikan ini," kata Mitsubishi dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Kamis.

Mobil yang dibuat Mitsubishi yang dilengkapi dengan mesin diesel empat silinder 1,6 liter dan 2,2 liter sedang diselidiki atas kemungkinan penggunaan perangkat ilegal, kata kantor kejaksaan.

Sejumlah bangunanangunan dan kantor telah digeledah di Frankfurt, Hanover dan Regensburg di Jerman sebagai bagian dari penyelidikan, tambahnya.

Setelah skandal emisi Volkswagen, para penyelidik di Eropa dan AS telah menemukan bahwa penggunaan perangkat lunak ilegal untuk memanipulasi emisi mesin diesel lebih luas daripada yang diyakini sebelumnya.

Baca juga: Xpander Cross perpaduan kenyamanan dan ketangguhan, siap menjejal Kalteng

Baca juga: Wajah baru dari Mitsubishi Mirage

Baca juga: Berikut harga Mitsubishi Xpander Cross


 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar