KLHK berduka, enam stafnya meninggal dunia kecelakaan di TN Sebangau

id menteri lhk ,siti nurbaya,taman nasional sebangau,staf ,meninggal dunia,kecelakaan

KLHK berduka, enam stafnya meninggal dunia kecelakaan di TN Sebangau

Evakuasi korban laka air speedboat di Sungai Sebangau, Palangka Raya, Senin (9/3/2020). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Mataram (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berduka setelah kehilangan enam jajarannya dalam musibah speeboat di Taman Nasional (TN) Sebangau, Kalimantan Tengah, Senin, sekitar pukul 12.00 WIB.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar yang baru pulang dari kunjungan kerja di Lombok, langsung mengimbau secara internal kepada seluruh jajaran kantor teknis UPT KLHK se-Indonesia untuk melakukan pengibaran bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung atas wafatnya para staf dalam melaksanakan tugas.

Dalam edaran yang ditanda tangani Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, diimbau kepada seluruh jajaran satuan kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion dan UPT lingkup KLHK seluruh Indonesia untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang di halaman kantor instansi masing-masing.

Baca juga: 27 korban kecelakaan speed boat di Sungai Sebangau berhasil ditemukan

Beberapa saat setelah menerima kabar duka, Siti langsung menyampaikan duka cita mendalamnya.

"Innalillahi wainailahi rojiun. Saya mendapatkan kabar duka terjadi insiden kecelakaan speedboat di Sungai Taman Nasional Sebangau, Palangka Raya. Saya terus mengikuti perkembangannya dan minta terus diperbaharui informasi lapangan pada kesempatan pertama, dan mari kita doakan agar proses evakuasi berjalan dengan lancar," tulis Siti Nurbaya melalui laman akun media sosialnya.

Informasi terakhir, terdapat delapan orang staf yang menjadi korban dalam musibah di TN Sebangau itu. Sebanyak enam orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dua orang sedang mendapatkan perawatan.

Selain itu dikabarkan juga bahwa Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Sedangkan enam staf TN Sebangau (KLHK) yang wafat atas nama Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tias Nofianti, satu orang istri Polhut atas nama Umroatus Sholikhah, dan satu orang Manggala Agni atas nama Mansyah.

Baca juga: Begini penjelasan Gubernur Kalteng terkait rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda usai kecelakaan speedboat

Jenazah telah diambil dari rumah sakit oleh masing-masing keluarga untuk dimakamkan di kota Palangkaraya dan di Kabupaten Kapuas serta Kabupaten Katingan. Selain itu, satu jenazah rencananya akan dijemput keluarga untuk dimakamkan di Jawa Tengah,

Dua orang korban atas nama Yuliansi dan Selfia saat ini sedang mendapatkan perawatan.

Menteri LHK Siti Nurbaya beserta Wakil Menteri, Sekjen dan Irjen serta beberapa pejabat lainnya dijadwalkan akan ke Kalimantan Tengah ke rumah duka masing-masing.

Sampai malam ini Sekjen dan Dirjen KSDAE beserta staf sedang mempersiapkan dokumen administrasi gugur dalam tugas dan hal-hal yang diperlukan secara teknis menurut standard operasional prosedur sesuai ketentuan.

Baca juga: Dandim Kapuas meninggal akibat laka speed boat, Delegasi Belanda minta dirujuk ke RS Siloam

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar