Benarkah payudara bisa kendur bila tak pakai bra selama WFH?

id bra,payudara kendur,Benarkah payudara bisa kendur bila tak pakai bra selama WFH?,corona,covid 19

Benarkah payudara bisa kendur bila tak pakai bra selama WFH?

Ilustrasi ukuran bra (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa waktu lalu, artikel di sebuah laman media di Inggris mengungkap risiko payudara yang mengendur bila para perempuan tak mengenakan bra termasuk di masa kerja di rumah atau work from home (WFH) akibat pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Dr. Riccardo Frati dari Frati Cosmetic Surgery seperti dilansir daily mail mengatakan tidak mengenakan bra bisa mempengaruhi ligamen cooper yakni jaringan ikat di payudara yang membantu menjaga struktur payudara.

Tetapi, wakil presiden American Society for Aesthetic Plastic Surgery, Dan Mills, MD seperti dilansir Healthline pernah menuturkan, bra memang bisa mengangkat payudara sehingga bisa menunjang penampilan yang Anda inginkan, namun tidak dapat mencegah payudara kendur yang disebabkan usia dan gravitasi.

Baca juga: Payudara tak tumbuh bisa menjadi masalah

Hal senada juga diungkapkan asisten profesor bedah plastik dari NYU Langone Health, Amerika Serikat, Alyssa Golas, MD. Menurut dia, memakai bra yang mendukung dan pas akan membuat payudara naik dan menunjang penampilan. Tetapi tidak ada bukti bra akan melindungi Anda dari efek usia dan gravitasi.

Seorang peneliti sekaligus dokter spesialis kedokteran olahraga di Prancis, Jean Denis Rouillon bahkan mengatakan, mengenakan bra justru bisa membuat payudara kendur karena melemahkan jaringan pendukung payudara.

Dalam studinya yang melibatkan 300 orang wanita berusia 18-35 tahun, dia juga menemukan, perempuan yang tidak memakai bra, jaringan ototnya lebih banyak daripada mereka yang mengenakan bra.

Rouillon menyimpulkan bra tidak bermanfaat karena ada bahan bra yang sifatnya membatasi, mencegah jaringan tumbuh dan sebenarnya dapat mendorong payudara kendur.

Baca juga: 71 persen perempuan tak puas dengan ukuran payudaranya

Penyebab kendur

Seiring bertambahnya usia seorang wanita, ligamen cooper mengendur, lalu ada pengaruh gravitasi, kekurangan kolagen dan estrogen, indeks massa tubuh, menopause dan kebiasaan merokok, yang bisa menyebabkan payudara mengendur.

"Seperti jaringan lain dalam tubuh, jaringan payudara terdiri dari kolagen dan elastin yang bisa rusak seiring bertambahnya usia," kata Mills.

Selain itu, perubahan berat badan yang cepat sebelum dan sesudah kehamilan juga bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko ini, lalu ukuran payudara yang besar menyebabkan kemungkinan kendur yang lebih tinggi, karena massa payudara yang lebih besar lebih rentan terhadap gravitasi.

Mills menambahkan, gaya hidup yang buruk seperti kurang mengonsumsi makanan bergizi juga menjadi faktornya.

Sementara itu, menyusui dan mengenakan atau tidak mengenakan bra dianggap bukan penyebab payudara kendur.

Baca juga: Deteksi kanker payudara dengan teknologi AI Google

Baca juga: Istilah 'begal payudara' dan 'begal bokong' ikut populer di tengah masyarakat

Baca juga: Sering mewarnai rambut tingkatkan risiko kanker payudara

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar