Bulog hadirkan layanan pengaduan kualitas beras bansos

id Bulog , beras bansos,beras bulog,Bulog hadirkan layanan pengaduan kualitas beras bansos

Bulog hadirkan layanan pengaduan kualitas beras bansos

Ilustrasi - Sejumlah pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Sub-Divre Serang di Serang, Banten, Selasa (7/7/2020). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Manajemen Perum Bulog membuka layanan pengaduan melalui hotline untuk masyarakat penerima Bantuan Sosial (Bansos) Tahap II yang dipesan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Layanan pengaduan tersebut sebagai bentuk komitmen Bulog selaku BUMN Pangan yang ditugaskan pemerintah dalam penyaluran beras bansos. Layanan ini juga bertujuan memberikan pelayanan dan kualitas yang terbaik kepada masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan bahwa seperti pada penyaluran Bansos Tahap I Bulog konsisten memberikan beras kualitas terbaik untuk bansos pada masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Baca juga: Bulog gandeng PWI salurkan bantuan pangan dampak COVID-19

"Kami konsisten memberikan layanan hotline untuk masyarakat penerima Bansos Tahap II di Kabupaten Bogor yang terdampak pandemi COVID-19. Kini masyarakat dapat mengadukan dengan menunjukkan bukti fisik sehingga dapat ditindaklanjuti untuk ditukar dengan beras baru apabila betul terjadi ketidaksesuaian kualitas," kata Awaludin Iqbal di Jakarta, Senin.

Layanan pengaduan yang dibuka oleh Perum Bulog yaitu dengan menghubungi nomor 0813-9886-4936. Masyarakat pelapor diimbau untuk dapat menyertakan bukti fisik jika ada ketidaksesuaian kualitas beras yang diterima.

Awaludin menegaskan apabila betul terbukti ada ketidaksesuaian kualitas beras yang diterima, Perum Bulog akan segera mengganti beras tersebut.

Baca juga: Stok beras Bulog Kuala Kurun aman sampai Agustus 2020

"Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu resah mengenai kualitas beras seperti yang sempat menjadi kegaduhan pada pendistribusian beras bansos tahap pertama," kata Awaludin.

Perum Bulog juga berkoordinasi dengan Pemkab dengan memperketat pemeriksaan beras Bansos Tahap II di Kabupaten Bogor sejumlah 6.000 ton untuk 200.000 keluarga terdampak pandemi COVID-19.

Tidak hanya itu Pemkab Bogor juga menggandeng anggota TNI untuk distribusi bansos seperti pada tahap I.

Baca juga: Harga gula tinggi di pasaran, warga Sampit serbu Bulog

Baca juga: Bulog pastikan stok beras untuk Kalteng aman selama empat bulan

Baca juga: Permintaan beras ke Bulog Sampit naik dua kali lipat