WHO dan TikTok luncurkan program untuk kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia

id TikTok,who,WHO dan TikTok luncurkan program untuk kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia

WHO dan TikTok luncurkan program untuk kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia

Ilustrasi aplikasi TikTok pada perangkat seluler. (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Layanan video singkat TikTok meluncurkan program "Move for Mental Health: Let's Invest" yang merupakan kampanye gabungan bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH), dan United for Global Mental Health (UnitedGMH).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di tingkat global akan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di tengah masa pandemi COVID-19.

"Mobilisasi dalam skala global dapat membantu menghasilkan keputusan yang pada akhirnya akan menyediakan pelayanan kesehatan mental yang baik, kapanpun dan dimanapun yang kita butuhkan," kata Director of the Mental Health and Substance Use Department WHO, Dévora Kestel melalui keterangan yang diterima ANTARA, Jumat.

Baca juga: Peragaan busana internasional dari Dior disiarkan lewat TikTok

Menurut Kestel, kampanye global yang disalurkan lewat teknologi juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tidak memiliki akses terhadap dukungan kesehatan mental yang tepat dan sesuai.

TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific, Arjun Narayan menambahkan, pelaku di dunia teknologi perlu terjun untuk meningkatkan kesadaran mengenai tantangan kesehatan mental bagi penggunanya.

"Pada Hari Kesehatan Mental Dunia ini, sangat penting bagi kami meningkatkan kesadaran mengenai tantangan kesehatan mental dan menyediakan sebuah platform dimana kami dapat mendukung keamanan dan kesehatan mental pengguna kami," kata Narayan.

Melalui program #MoveforMentalHealth yang dihelat mulai tanggal 7-10 Oktober ini, komunitas TikTok di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, diajak untuk ikut serta dalam kegiatan gerak tubuh di Hari Kesehatan Mental Sedunia, seperti berolahraga hingga menari.

Baca juga: TikTok masih bisa beroperasi di AS

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus akan bergabung bersama para pemimpin dunia, selebriti, dan ahli kesehatan mental juga akan hadir melalui TikTok Live Streaming untuk menyuarakan isu ini.

TikTok sendiri memiliki sejumlah fitur untuk membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental.

Selain fitur seperti Screen Time Management dan Restricted Mode, pengguna diberdayakan untuk fokus terhadap keselamatan mereka di dunia digital.

Selain itu, pengaturan Privasi dan Keamanan TikTok memungkinkan pengguna untuk memutuskan siapa yang dapat mengikuti mereka, mengirimkan mereka pesan atau reaksi, dan mengatur akun mereka menjadi privat untuk menghindari permintaan yang tidak diinginkan.

Baca juga: Rencana pemblokiran TikTok diadukan ke pengadilan AS

Baca juga: TikTok larang iklan penurun berat badan

Baca juga: China dikabarkan tidak akan setujui jual-beli TikTok

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar