Pemkab Bartim terima 600 vaksin COVID-19

id Pemkab Bartim terima 600 vaksin COVID-19, Bartim, Barito timur, covid-19

Pemkab Bartim terima 600 vaksin COVID-19

Kepala Dinkes Bartim dr Jimmi WS Hutagalung (keempat dari kanan) menerima vaksin Sinovac dari Pemprov Kalteng di Tamiang Layang, Senin (11/1) kemarin. ANTARA/HO-Polres Bartim

Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan setempat menerima 600 vaksin COVID-19 jenis Sinovac dalam kemasan 16 kotak 40 ampul.

“Bantuan vaksin kita terima kemarin dari Pemprov Kalteng dan sudah kita simpan di pendingin di gudang farmasi Dinkes Bartim. Untuk vaksin tersebut akan kita terima secara bertahap. Rencana diterima estimasinya sebanyak 1.000 vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr Jimmi WS Hutagalung di Tamiang Layang, Selasa.

Menurutnya, vaksinasi tahap awal diprioritaskan bagi tenaga kesehatan karena sebagai barisan terdepan yang rentan terinfeksi dalam penanganan COVID-19.

Dinkes juga sudah menyiapkan tenaga atau petugas kesehatan yang akan melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 itu. Dari segi tempat penyimpanan, sudah dalam kategori aman. Walaupun listrik padam, pendingin tetap bisa menjaga suhu dingin sehingga kondisi dan isi kandungan vaksin tetap terjaga.

Walaupun sudah diterima, pelaksanaan vaksinasi masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat dan Pemprov Kalteng, karena ada perubahan jadwal pelaksanaan vaksinasi saja.

“Untuk vaksinasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bartim dan FKPD beserta lainnya ditunda hingga ada jadwal dari Pemprov Kalteng,” kata mantan Direktur RSUD Tamiang Layang itu.

Sinovac menggunakan partikel virus yang sudah dimatikan guna mengekspos sistem imun tubuh terhadap virus tanpa risiko penyakit serius sehingga memiliki tingkat keamanan terhadap efikasinya.

"Walapun vaksin sudah tiba, bukan berarti pandemi COVID-19 berakhir. Masyarakat harus tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, karena pencegahan adalah hal utama yang bisa dilakukan setiap orang dalam melindungi diri," kata Jimmi.

Baca juga: Topang pertumbuhan ekonomi, Bartim perkuat sektor pertanian

Koordinator Logistik dan Distribusi Dinkes Kalteng, Ayonni Rizal mengatakan, jumlah vaksin yang mereka antar sebanyak 600 vaksin yang dikhususkan untuk Kabupaten Bartim saja.

“Ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat, di bulan Januari 2021 ini, pelaksanaan vaksinasi di Kalteng hanya untuk kabupaten penyangga saja, yakni Kota Palangka Raya Kabupaten Bartim, Kapuas dan Katingan. Untuk kabupaten lainnya dijadwalkan Februari 2021,” kata Ayonni Rizal.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bartim H Achmad Gazali mengatakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menyampaikan bahwa vaksin COVID-19 buatan China, Sinovac halal dan baik untuk digunakan.

Dijelaskan, COVID-19 merupakan virus yang sangat berbahaya dan kondisi saat ini Indonesia dalam keadaan darurat, sehingga tidak perlu ada rasa keraguan bagi umat Islam untuk menggunakan vaksin Sinovac.

“Hal serupa juga sudah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj bahwa vaksin itu halal dan baik digunakan. Untuk itu, umat muslim khususnya  di Bartim diharapkan tidak ragu mengikuti program vaksinasi yang akan diselenggarakan,” kata H Achamad Ghazali.

Gudang farmasi Dinkes Bartim di Jalan Nansarunai Kelurahan Tamiang Layang yang dijadikan tempat menyimpan vaksin Sinovac, dijaga ketat sejumlah personel Polres Bartim sejak Senin (11/1) kemarin.

Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra mengatakan, pengamanan dilaksanakan untuk memastikan  situasi di sekitar gudang farmasi atau gudang penyimpanan vaksin COVID-19 aman kondusif.

“Kita pastikan gudang farmasi Dinkes aman kondusif, tidak ada gangguan dan lainnya,” kata Afandi.

Sebanyak enam anggota Polri dari Polres Bartim berada di posko pengamanan vaksin COVID-19 yang didirikan kemarin. Mereka berjaga selama 24 jam nonstop secara maraton.

Baca juga: BKPSDM Bartim beri penjelasan terkait penerimaan CPNS dan PPPK 2021

Baca juga: Pemkab Bartim segera laksanakan 'assesment'

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar