Waket II DPRD Murung Raya ajak bersatu memerangi stunting

id Waket II DPRD Murung Raya,Rahmanto Muhidin,stunting

Waket II DPRD Murung Raya ajak bersatu memerangi stunting

Arsip-Wakil Ketua II DPRD Murung Raya, Rahmanto Muhidin saat menghadiri Mura Expo 2023 di Puruk Cahu, Minggu (13/8/2023). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Puruk Cahu (ANTARA) - Dengan Tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi ini perlu segera diatasi bersama baik Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, individu, komunitas, CSR, lintas sektor, maupun swasta.

Termasuk di Kabupaten Murung Raya harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penurunan stunting.

Wakil Ketua (Waket) II DPRD Murung Raya Rahmanto Muhidin mengajak untuk mencegah dan menangani permasalahan stunting di bumi Tana Malai Tolung Lingu, dengan perlu melakukan pendekatan multi sektor melalui intervensi layanan spesifik dan sensitif secara konvergensi/terintegrasi yang dilakukan baik dari tingkat Kabupaten, hingga Desa/Kelurahan.

“Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten/ Kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan. Karenanya penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara perangkat daerah penanggungjawab layanan dengan sektor/ lembaga non-Pemerintah dan masyarakat,” kata Rahmanto, Kamis (19/10/2023).

Sebagaimana diketahui bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mengamanatkan kepada kita semua melalui Peraturan Presiden no. 72 Tahun 2021 untuk bersama-sama secara konvergen melakukan percepatan dan penurunan stunting.

“Semua pihak terkait harus bergerak searah dengan tujuan yang sama, menuntaskan permasalahan yang menimbulkan resiko stunting, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif,” sebutnya.

Berdasarkan SSGI tahun 2022 Kabupaten Murung Raya prevalensi balita stunting berada pada urutan tertinggi di Kalimantan Tengah yaitu sebesar 40,9 persen.

Sementara berdasarkan hasil pendataan keluarga Tahun 2021 keluarga beresiko stunting di Kabupaten Murung Raya juga cukup tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan.

Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya pengetahuan orangtua tentang pola asuh anak.