Sampit (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak kecanduan game online yang dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan anak.
“Kemajuan teknologi membawa dampak besar bagi kehidupan, termasuk bagi anak-anak. Dalam hal ini pengawasan sangat penting dan ini bukan hanya tugas sekolah tapi juga orang tua,” kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah di Sampit, Jumat.
Irfansyah menjelaskan, kemajuan teknologi ibarat pedang bermata dua, ada sisi positif dan negatif. Manfaat positifnya antara lain memberikan akses informasi dan sumber pendidikan yang luas dan mudah.
Anak-anak dapat menggunakan teknologi untuk mengakses Informasi penting dan meningkatkan kreativitas, bahasa, kemampuan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah.
Namun, di sisi lain kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi anak khususnya dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Apalagi jika anak sudah sampai pada tahap kecanduan.
“Salah satu hal yang dapat dipengaruhi dari kecanduan game online ini adalah pola tutur anak. Tidak sedikit anak-anak yang mulai terbiasa berkata kasar, bahkan menggunakan istilah-istilah yang tidak pantas di usianya,” lanjutnya.
Baca juga: Legislator Kotim soroti dugaan korupsi mantan Kades Bamadu
Disamping itu, dampak negatif dari kecanduan game online juga dapat memicu perilaku seperti perundungan atau bullying di sekolah. Anak juga cenderung suka menyendiri, pudarnya kreativitas hingga gangguan tidur yang tidak baik untuk tumbuh kembangnya.
Oleh karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif dalam mengawasi aktivitas anak saat bermain handphone atau game online. Sebab, dengan pendampingan yang tepat akan membantu anak memahami hal yang baik dan buruk, termasuk saat berkomunikasi.
“Orang tua juga bisa mengarahkan, misalnya bagi anak yang beragama Islam ketika kalah dalam game bisa mengucapkan astaghfirullah, sebaliknya ketika menang mengucap masyaallah. Pembiasaan seperti ini akan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang mereka,” ucapnya.
Ia juga menekankan peran sekolah dan komite sekolah yang juga memiliki peran krusial dalam mendidik generasi muda agar memiliki etika dan tutur bahasa yang baik.
“Dalam berbagai kegiatan, misalnya saat apel pagi, sekolah bisa mengingatkan kepada murid-muridnya agar mereka terbiasa menggunakan tutur kata yang baik dan menghindari berkata kasar,” demikian Irfansyah.
Baca juga: Hipmi apresiasi geliat pengusaha muda Kotim
Baca juga: DPRD Kotim terima berkas penetapan kepala daerah terpilih
Baca juga: Pj Sekda Kotim ajak masyarakat dukung bupati dan wabup terpilih