DLH Sukamara upayakan cegah abrasi di wilayah pesisir

id Pemkab Sukamara, kalteng, sukamara, abrasi, mangrove, pencegahan abrasi, wilayah pesisir, bakau

DLH Sukamara upayakan cegah abrasi di wilayah pesisir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara, Fakhmy Rizali. ANTARA/Donefrid Lalang

Sukamara (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Muhammad Fakhmy Rizali, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi abrasi yang terjadi di wilayah pesisir.

Berdasarkan data sejak 2018-2024 pihaknya sudah memfasilitasi penanaman mangrove atau bakau sekitar 831 hektare, kata Fakhmy di Sukamara, Selasa.

“Kapasitas kami hanya sebagai fasilitator yang menanamnya dari BPDAS dan Dishut sekitar 831 hektare sepanjang pesisir pantai sepanjang kurang lebih sekitar 76 kilometer. Yang dilakukan pada sembilan desa,” ucapnya.

Menurutnya, meskipun penanaman yang dilakukan tersebut sekitar 831 hektare, memang tidak semuanya bisa bertahan, bahkan ada yang rusak, ada yang hilang dan ada juga yang mati. Namun, tidak semuanya dianggap gagal karena masih ada beberapa hektare yang masih bertahan dan bertumbuh dengan baik hingga saat ini.

“Memang ada yang tergerus akibat kekuatan abrasi dan gagal tumbuh. Tetapi, masih banyak yang juga yang berhasil dan tumbuh hingga saat ini, salah satunya seperti di Desa Pasir dan Desa Sungai Cabang Barat. Kita berharap ini terus bertahan sehingga ekosistem laut di sekitar dapat kembali baik,” harap Fakhmy

Oleh karena itu, pihaknya tetap berharap adanya bantuan-bantuan dalam menanggulangi abrasi di wilayah Sukamara, seperti dari BPDAS, Dinas Kehutanan Provinsi maupun dari KKP yang bisa membantu program konservasi khususnya di daerah pesisir.

Baca juga: Pembangunan SPBN di Kuala Jelai sejaterahkan nelayan di Sukamara

“Perlu diketahui juga, bahwa DLH Sukamara inikan berada di bawah pemerintah kabupaten dan tugas kewenangannya hanya di kawasan APL saja, di mana lingkupnya terbilang kecil. Apalagi kawasan pesisir kita masih terdapat kawasan hutan yang bukan menjadi kewenangan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, bantuan-bantuan dari pihak provinsi maupun pusat tentunya sangat diharapkan bisa dilakukan untuk merehabilitasi kawasan pesisir yang mengalami kerusakan akibat abrasi serta guna meningkatkan ekosistem laut.

“Dengan ditanami mangrove atau bakau di kawasan pesisir ini juga sangat membantu sekali. Karena itu, dengan sumbangsih kewenangan kami berupaya secara maksimal menjaga tanaman-tanaman ini bisa bertumbuh dengan baik,” dikatakan Fakhmy.

Diakuinya, kalau secara spesifik DLH Sukamara untuk merehabilitasi konservasi pesisir hingga saat ini masih belum mampu, karenanya masih memerlukan bantuan-bantuan dari pihak lainnya.

“Kita saat ini hanya mampu memantau kualitas atau mutu air laut dengan melakukan sampling dan itupun masih dibantu pihak provinsi. Tujuannya, supaya dapat menjaga kualitas ekosistem laut tidak tercemar dan rusak,” demikian demikian Fakhmy.

Baca juga: Transaksi di Sukamara Expo capai Rp1,3 miliar

Baca juga: BPN bantu Pemkab Sukamara amankan aset

Baca juga: Gubernur harap Sukamara semakin maju dan berdaya saing


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.