Sampit (ANTARA) - Tiga kandidat calon ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dinyatakan lolos atau memenuhi syarat sehingga berhak bersaing dalam pemilihan ketua melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada Sabtu (12/7) nanti.
"Yang lolos langsung kami undang di acara tanggal 12 Juli nanti. Silakan berkompetisi dengan baik," kata Ketua Caretaker KONI Kotawaringin Timur, Heriansyah di Sampit, Kamis.
Tiga kandidat yang dinyatakan lolos tersebut adalah Ahmad Sarwo Oboi, Gahara dan Alexius Esliter. Mereka tersaring dari pendaftar yang awalnya berjumlah 10 orang.
Heriansyah mengatakan, pihaknya hanya menyerahkan hasil kepada ketiga kandidat. Hal itu merupakan hasil dari verifikasi dan validasi yang sudah dilakukan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
Dia berharap siapapun yang terpilih nanti bisa membawa KONI Kotawaringin Timur semakin maju. Terlebih, tugas berat menanti yakni mempertahankan gelar juara umum di Porprov XIII pada September 2026 nanti.
"Kita jangan menoleh lagi ke belakang, tapi bagaimana olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur ini bisa lebih berjaya tidak hanya di tingkat provinsi tapi di tingkat nasional. Saya yakin itulah dengan animo mereka untuk mengikuti seleksi untuk calon ketua KONI Kotawaringin Timur," demikian Heriansyah.
Sementara itu, Ahmad Sarwo Oboi mengaku senang lolos mengikuti pencalonan ini. Dia segera melakukan konsolidasi, khususnya kepada 11 cabang olahraga (cabor) yang mendukung sehingga dirinya mampu memenuhi syarat dukungan minimal 30 persen dalam pencalonan ini.
"Karen rekomendasi yang mereka berikan ke saya itu hanya sekadar syarat untuk lolos, bukan berbanding lurus dengan pemilihan. Kalau untuk pemilihan itu hak hati nurani mereka, makanya saya berusaha meyakinkan mereka kalau saya terpilih ini yang akan saya lakukan," ujar Oboy yang merupakan Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur.
Baca juga: Masyarakat Warga Kotim antusias sambut program pembebasan tunggakan dan denda PKB
Hal senada disampaikan Alexius Esliter. Dia bersyukur dan berterima kasih kepada cabor yang sudah memberikan dukungan sehingga dirinya dinyatakan lolos dalam pencalonan ini.
Selanjutnya pihaknya akan berjuang bersama saat pemilihan nanti. Pihaknya siap berjuang memenangkan pemilihan ketua KONI karena ini merupakan aspirasi dari bawah dan menjadi harapan, setidaknya dari 12 cabor yang sudah memberikan dukungan.
Dirinya juga tetap membuka komunikasi dengan cabor lainnya karena menurutnya, untuk mengembangkan dan memajukan KONI Kotawaringin Timur ini perlu mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk cabor.
Alexius mengaku banyak mendengar keluhan pengurus cabor yang merasa selama ini tidak terkendali. Menurutnya, perlu sentuhan-sentuhan cabor bisa dibangkitkan lagi, terlebih untuk menghadapi Porprov 2026 agar bisa mempertahankan gelar juara umum.
"Kalau dipercaya, yang jelas pasti kita akan menggerakkan semua cabor yang ada ini untuk bisa mengembangkan prestasi yang ada tapi tidak melangkahi aturan," ujar Alexius.
Sementara itu Gahara mengaku siap jika amanah diberikan kepadanya untuk memimpin KONI. Dia sudah menyiapkan visi dan misi serta akan merangkul semua elemen untuk bersama-sama memajukan KONI dan Olahraga Kotawaringin Timur.
Salah satu poin pentingnya adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap KONI itu sendiri. Seperti diketahui, sebelumnya KONI Kotawaringin Timur diterpa masalah hukum yang menyebabkan ketua dan bendahara masuk bui.
Gahara yang merupakan Ketua KORMI Kotawaringin Timur mengatakan, banyak pengurus cabor juga trauma karena diperiksa terkait kasus hukum tersebut. Untuk itulah perlu kembali dibangun kepercayaan diri tentang bagaimana mengelola sebuah anggaran dana hibah sesuai aturan.
Menurutnya, hal terpenting dan prinsip-prinsip melaksanakan anggaran dijalankan, yaitu prinsip keterbukaan, akuntabel dan efisiensi. Hal harus itu harus betul-betul ditanamkan kepada organisasi karena tidak mudah dalam mempertanggungjawabkan anggaran yang cukup besar.
Namun jika prinsip itu dijalankan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan, dia yakin tidak ada masalah. Tinggal komitmen bersama, bagaimana program kerja yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada, tata kelola dana hibah.
"Itu yang terpenting. Karena tujuan kita menjadikan daerah kita punya atlet yang baik yang bisa bersaing di tingkat provinsi maupun ke tingkat nasional," demikian Gahara.
Baca juga: DBD mulai menyerang, Wabup Kotim imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan
Baca juga: DPRD Kotim ingatkan pogram transmigrasi jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial
Baca juga: DPMD Kotim ingatkan pemerintah desa tidak abaikan temuan Inspektorat
