Sampit (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Marjuki menilai, saat ini masih perlu penambahan depo sampah di Sampit, khususnya di Kecamatan Baamang.
"Di Baamang ini baru ada satu depo sampah, yaitu di dekat SMP 3. Kita perlu menambah setidaknya dua lagi depo di Baamang untuk memudahkan masyarakat membuang sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit, Kamis.
Saat ini ada delapan depo sampah di Sampit yang tersebar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sebanyak tujuh depo dan di Baamang hanya satu depo sampah. Kondisi ini membuat satu-satunya depo di Baamang sering penuh sehingga dikeluhkan warga jika sampah terlambat diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) di km 14 Jalan Jenderal Sudirman.
Hal itulah yang sempat menimbulkan usulan agar depo sampah ditutup. Namun Marjuki mengaku tidak sependapat jika depo ditutup karena justru bisa menimbulkan masalah baru karena tidak ada lagi tempat membuang sampah sehingga dikhawatirkan ada yang membuang sampah sembarangan atau ke sungai dan menimbulkan masalah baru.
Menurutnya, masalah yang terjadi di depo sampah harus diselesaikan yakni secara bertahap menambah armada pengangkut, personel, pengaturan jam membuang sampah dan pengawasan yang ketat.
Untuk pengawasan, saat ini sudah ada empat depo sampah yang dipasang CCTV atau kamera pengawas yaitu depo sampah di Jalan Pelita, Sampurna, samping Bintang Swalayan dan dekat SMP 3 Sampit.
Baca juga: Penyandang disabilitas di Kotim butuh uluran tangan pemerintah dan dermawan
Melalui CCTV tersebut, Marjuki langsung bisa memantau aktivitas di depo sampah melalui telepon selulernya sehingga bisa memberi arahan atau menegur jika ada hal yang dirasa perlu diperbaiki.
"Sekarang, pengawas pun kami arahkan absen dan stan by di depo sampah, bukan di kantor DLH. Dengan begitu mereka bisa melakukan pengawasan langsung di lapangan," ujarnya.
Penambahan depo di Baamang nantinya diharapkan bisa mengurai konsentrasi sampah sehingga tidak sampai menumpuk di depo sampah dekat SMP 3. Depo sampah yang baru diharapkan bisa menjangkau dan memudahkan warga di kawasan permukiman lainnya di Baamang untuk membuang sampah ke depo sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan.
Marjuki menyadari kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini cukup terbatas, apalagi di tengah efisiensi anggaran. Namun dia tetap berharap penambahan depo sampah di Baamang bisa diwujudkan secara bertahap.
"Untuk saat ini kita maksimalkan depo sampah yang ada dan personel yang ada. Kita juga melakukan pemilihan sehingga sampah yang harus diangkut dan dibuang ke TPA semakin berkurang. Koordinasi dengan kawan-kawan pengangkut sampah swadaya juga dilakukan sehingga pengangkutan sampah lebih efektif," demikian Marjuki.
Baca juga: KUA-PPAS Kotim 2026 disepakati Rp1,8 triliun
Baca juga: Puluhan pelajar SMPN 1 Sampit ikuti rapat paripurna di gedung DPRD
Baca juga: Marak isu beras oplosan, Dinas Perdagangan Kotim sidak lapangan
