Kadin Kotim sarankan Koperasi Merah Putih jalankan usaha ketahanan pangan

id Kadin Kotim, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur, Susilo, kadin, koperasi merah putih, ekonomi

Kadin Kotim sarankan Koperasi Merah Putih jalankan usaha ketahanan pangan

Ketua Kadin Kabupaten Kotawaringin Timur, Susilo. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Susilo menyarankan Koperasi Merah Putih di daerah ini menangkap peluang usaha bidang ketahanan pangan yang saat ini terbuka lebar dan prospektif.

"Koperasi Merah Putih itu bisa mengambil peluang dari ketahanan pangan, contohnya bikin penggemukan sapi, peternakan sapi, ayam petelur, kolam ikan bahkan masuk di program stunting," kata Susilo di Sampit, Kamis.

Pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa, disambut positif karena bertujuan menggerakkan perekonomian. Namun tentu program ini harus dijalankan dengan baik agar hasilnya sesuai harapan.

Susilo mengatakan, Koperasi Merah Putih harus jeli melihat peluang usaha yang akan dijalankan. Selain orientasi profit, tentu perlu juga mempertimbangkan manfaatnya untuk masyarakat.

Koperasi Merah Putih diharapkan memiliki jenis usaha unggulan sesuai dengan potensi desa masing-masing, bukan latah ikut-ikutan jenis usaha di daerah lain yang belum tentu cocok dan menguntungkan di desa sendiri.

Sektor ketahanan pangan dinilai sebagai sektor yang saat ini menjadi primadona. Beragam peluang usaha muncul di bidang ketahanan pangan, mulai dari hulu ke hilir terkait ketahanan pangan.

Baca juga: Penyaluran bantuan pangan beras di Kotim mulai jangkau kecamatan terjauh

Sektor ketahanan pangan memiliki peluang usaha yang luas, mulai dari produksi pertanian, perkebunan dan perikanan, jasa berkaitan produksi, pengadaan sarana dan prasarana hingga peluang di bidang pemasaran produknya.

Hal terpenting adalah sumber daya manusia pengurus Koperasi Merah Putih harus berkualitas. Ini akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan karena mereka yang nantinya akan membawa ke mana langkah koperasi tersebut.

"Walaupun sistemnya bagus tapi SDM enggak bagus, maka itu mustahil bisa berhasil. Saya berharap Koperasi Merah Putih Ini bukan memberikan keuntungan bagi pengurus, tetapi memberikan keuntungan bagi seluruh masyarakat dan anggota Koperasi Merah Putih," harap Susilo.

Susilo juga mengingatkan pentingnya komitmen dan tanggung jawab pengurus Koperasi Merah Putih. Hal ini karena dana yang didapat koperasi tersebut bukan cuma-cuma, tetapi harus dipertanggungjawabkan dan nantinya dikembalikan.

Pinjaman modal untuk Koperasi Merah Putih bukanlah hibah. Untuk itu pengurus Koperasi Merah Putih harus serius dalam mengelola anggaran tersebut agar koperasi bisa berkembang mandiri dan modal bisa dikembalikan.

"Kalau salah pengelolaan maka tidak menutup kemungkinan bisa menjadi masalah di kemudian hari. Tidak menutup kemungkinan akan berujung pada pidana. Makanya harus dikelola dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan," demikian Susilo.

Baca juga: Futsal Persahabatan jadi sarana memperkuat sinergi insan perhubungan Kotim

Baca juga: Beras SPHP langsung diserbu warga di Sampit

Baca juga: Legislator Kotim dukung pembangunan rumah sakit baru di Sampit


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.