Sampit (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menutup satu "U-turn" atau lokasi putar balik kendaraan di Jalan HM Arsyad Sampit karena dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.
"Hari ini kami uji coba dengan melakukan penutupan sementara menggunakan water barrier atau pembatas. Selanjutnya kami evaluasi beberapa hari ke depan, untuk menentukan di mana U-turn yang akan kami buka," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah di Sampit, Rabu.
Langkah ini diambil menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Terlebih, kecelakaan kembali terjadi kawasan tersebut sehingga harus disikapi agar tidak sampai terulang.
Penutupan U-turn ini merupakan hasil evaluasi dari Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang kemarin melakukan evaluasi di lapangan. Forum ini terdiri dari Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP).
Uji coba penutupan U-turn di kawasan Jalan Teratai itu untuk melihat efektivitas dampaknya terhadap lalu lintas. Selain itu, Dishub juga akan mengkaji lokasi baru median jalan yang akan dibuka untuk tetap mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin menyeberang maupun memutar di jalan dua jalur tersebut.
"Kami tidak bisa serta-merta menutup itu tanpa ada solusi. Makanya kami menutup itu harus ada solusinya diberikan kepada masyarakat sehingga bisa mengurangi, bahkan meniadakan kecelakaan dan kemacetan di U-turn yang ada di Kotawaringin Timur," ujar Raihan.
Baca juga: Waket DPRD Kotim salurkan bantuan kotak pendingin ikan untuk nelayan
Jika nantinya hasil evaluasi diputuskan U-turn tersebut perlu ditutup permanen, maka tindakan selanjutnya dikoordinasikan dengan Dinas SDABMBKPRKP, termasuk untuk pembukaan baru median di lokasi lain yang dianggap tepat.
Di lokasi lain, Dishub sedang mengkaji rencana membuat bukaan baru median di depan Markas Unit Emergency 119 di Jalan Achmad Yani. Hal ini untuk kepentingan pelayanan daerah sehingga ketika ada kejadian di kawasan timur maka ambulans dari Markas 119 tersebut tinggal menyeberang median jalan, tanpa harus memutar jauh seperti yang ada saat ini.
Rencananya median jalan akan dibuka, kemudian dipasang pembatas dari "water barrier" sehingga bisa dibuka untuk ambulans melintas ketika terjadi situasi darurat. Namun bukaan baru tersebut hanya untuk layanan kedaruratan, bukan untuk diakses pengguna jalan umum.
Untuk merealisasikan itu, Dinas Perhubungan menunggu surat permohonan dari Dinas Kesehatan sebagai dasar. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Forum LLAJ untuk pelaksanaannya, termasuk pembenahan median yang dibongkar oleh Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur.
Sementara itu untuk Jalan Tjilik Riwut, sejauh ini dinilai masih lancar, khususnya setelah keberadaan bundaran di penempatan Jalan Tjilik Riwut-Tidar dibongkar sehingga arus lalu lintas semakin lancar.
"Selain itu ada beberapa titik lain yang sedang kami evaluasi terkait lokasi-lokasi yang sering terjadi kecelakaan dan kemacetan. Ini semua demi keselamatan dan kenyamanan pengendara," demikian Raihansyah.
Baca juga: Pemkab Kotim usulkan dana TKD dikembalikan melalui pembiayaan program
Baca juga: DPRD Kotim desak solusi terhadap lokasi rawan kecelakaan di Sampit
Baca juga: Diskominfo Kotim perkuat konsolidasi demi informasi akurat dan kredibel
