Logo Header Antaranews Kalteng

Sebanyak 538 Prajurit Yonif TP 923 perkuat pembangunan di Kotawaringin Timur

Jumat, 13 Maret 2026 16:10 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor foto bersama dengan Prajurit Yonif TP 923/Mentaya saat tiba di Sampit, Jumat (13/3/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyambut kedatangan 538 prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya yang resmi bertugas di Bumi Habaring Hurung.

Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Jumat, mengatakan pemerintah daerah sangat gembira karena tambahan prajurit ini sangat membantu sekali, karena pembangunan daerah membutuhkan tenaga lebih banyak.

"Apalagi prajurit Yonif TP 923 ini ada beberapa kompi yang tentunya memiliki keahlian tersendiri," ucapnya.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di lingkup Pemkab Kotim itu usai acara penyambutan anggota Yonif TP 923/Mentaya, yang sementara ini tinggal di Gedung Expo Depan Stadion 29 November Sampit, sembari menunggu pembangunan batalyon di Jalan Jenderal Sudirman Km 18 Sampit.

Acara penyambutan ini turut dihadiri Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya.

Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kotim, Halikinnor menyambut hangat kehadiran satuan baru TNI ini sebagai bagian dari warga Kotim.

Ia menilai penempatan pasukan tersebut sangat krusial mengingat luas wilayah Kotim yang mencapai satu setengah kali Provinsi Jawa Timur yang tentunya membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM).

"Jadi ini sangat penting, keberadaan mereka nanti berkolaborasi dengan aparat dan pemerintah daerah untuk membangun ketahanan pangan, hingga membuka jalan baru guna menembus daerah-desa terpencil yang selama ini terisolasi," tambahnya.

Hal ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pertahanan negara hingga ke tingkat kabupaten. Halikinnor menekankan bahwa keberadaan personel ini akan mengisi celah keterbatasan SDM di wilayahnya.

Terlebih, berdasarkan laporan dari Komandan Yonif TP 923/Mentaya, ratusan prajurit ini terbagi dalam beberapa kompi di antaranya konstruksi, peternakan, pertanian hingga kesehatan. Keahlian yang memang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah.

"Sekali lagi, saya berterima kasih karena ditempatkan di Kota Sampit dan saya yakin dan percaya mereka bisa beradaptasi, bisa bersinergi dengan pemerintah daerah membangun Kotim ini bisa lebih baik dan lebih maju lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menjelaskan bahwa pembentukan Yonif TP 923/Mentaya merupakan program strategis nasional. Satuan ini dirancang untuk menjalankan fungsi pertahanan sekaligus akselerator pembangunan di daerah.

"Unit TP ini sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan satu kabupaten ada satu Yonif TP," sebutnya.

Baca juga: DKUKMPP Kotim sidak SPBU untuk jamin keamanan BBM jelang arus mudik

Ia menyebutkan, bahwa tugas prajurit ini adalah melaksanakan pertahanan negara dan ketahanan pangan yang menjadi program strategis nasional.

Satuan ini memiliki kesiapan multifungsi. Selain urusan pertahanan, prajurit dibekali keahlian teknis untuk membantu pemerintah daerah dalam situasi darurat maupun pembangunan infrastruktur sipil.

Unit ini dilengkapi alutsista serta sarana prasarana memadai untuk mempercepat pembangunan dan membantu penanggulangan bencana alam.

"Jika terjadi bencana, keberadaan unit ini akan sangat membantu pemerintah dalam penanggulangan. Dengan dukungan kompi kesehatan dan konstruksi, segala kesulitan masyarakat di berbagai lapisan diharapkan dapat teratasi dengan cepat," ujarnya.

Saat ini, personel yang telah masuk di bawah komando Mayor Inf Hengky Saputra berjumlah 538 orang. Namun, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga mencapai kekuatan penuh sesuai struktur organisasi militer.

Di mana personel yang sudah masuk ada 538, dan diharapkan sesuai Tabel Organisasi dan Peralatan (TOP) atau jumlah idealnya itu adalah 1.037 personel, jadi ini akan bertambah lagi.

"Prajurit ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan dan mengatasi kesulitan masyarakat di Kotim," demikian Dwi Candra.

Baca juga: Soal pemukulan camat, Wabup Kotim tekankan kesabaran dan penindakan sesuai hukum

Baca juga: Wabup Kotim ajak masyarakat teliti saat membeli bahan pangan

Baca juga: Wabup Kotim tegaskan data penerima KHBS langsung dari Kemensos



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026