Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup Kotim sidak objek wisata jelang Lebaran pastikan pengamanan pengunjung

Selasa, 17 Maret 2026 06:04 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah dan jajaran meninjau kondisi Wahana Air Wisata Aqui sebelum Lebaran, Senin (16/3/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah objek wisata guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kami ingin memastikan kesiapan tempat wisata menghadapi lonjakan pengunjung saat Lebaran. Pemilik wisata dihimbau agar memberikan rasa aman dan menambah personel keamanan di area mereka,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Senin.

Irawati memimpin langsung peninjauan ini bersama tim gabungan dari Disbudpar, Polres Kotim, Satpol PP, BPBD, serta Disdamkarmat di empat lokasi yang biasa dikunjungi wisatawan di sekitaran Kota Sampit.

Empat lokasi tersebut adalah Wisata Alam Salju dan Danau bekas galian di Jalan Jendral Sudirman Km 6, Wahana Air Wisata Aqui Jalan Pramuka dan Sampit Waterpark di Komplek Wengga Metropolitan.

Dalam sidak tersebut, tim menemukan lokasi bekas galian C yang dijadikan tempat wisata tidak resmi oleh masyarakat. Lokasi ini menjadi sorotan karena sempat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu.

Lokasi ini dipastikan bukan tempat wisata resmi namun kerap didatangi warga. Irawati pun menginstruksikan agar jalan masuk portal ditutup total karena banyak anak-anak yang nekat masuk melalui hutan, serta mencopot papan tarif masuk sebesar Rp5.000 yang terpasang di sana.

“Tadi juga ada tulisan boleh masuk dan keterangan tidak boleh bawa makan minum dari luar. Kami lepas juga tulisan itu, karena seolah-olah lokasinya legal untuk berwisata. Padahal itu bukan tempat wisata dan tidak ada izinnya. Kalaupun izinnya mau habis harusnya diurus dulu perpanjangannya,” tegas Irawati.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Ramadansyah menerangkan kegiatan ini merupakan salah satu program pihaknya menjelang libur panjang Lebaran dan untuk menciptakan tempat wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat.

“Disbudpar Kotim bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pengecekan lapangan tentang kesiapan sarana dan prasarana oleh pengelola tempat wisata untuk keselamatan pengunjung di tempat wisata air seperti kolam renang dan danau,” sebutnya.

Baca juga: Gubernur Kalteng salurkan bantuan pangan Presiden dan KHBS di Kotim

Ia memaparkan, bahwa lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada hari kedua dan ketiga Idul Fitri. Di Wisata Alam Salju misalnya, jumlah kunjungan tahun lalu bisa mencapai rata-rata 5.000 orang dalam satu hari, sehingga kesiapan pengelola menjadi kunci utama.

Ia meminta pengelola untuk lebih proaktif dalam memberikan edukasi melalui papan informasi di titik-titik rawan.

Misal, lokasi yang kedalaman airnya tidak cocok untuk anak-anak maka dipasang papan peringatan dan imbauan berulang bagi para orang tua agar tidak lengah saat membawa anak ke tempat wisata.

Hal ini dilakukan agar kegembiraan masyarakat dalam merayakan lebaran tidak berubah menjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

“Kami minta pengelola memberikan tulisan peringatan mana tempat yang berbahaya dan mana yang tidak. Orang tua juga harus terus memperhatikan anak-anaknya. Harapan kita, masyarakat berwisata dengan bahagia, jangan sampai nanti berwisata tapi ujungnya duka,” ujarnya.

Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, hampir setiap tahun ada korban meninggal dunia akibat tenggelam saat berwisata. Bahkan, belum genap tiga bulan di 2026 ini sudah ada dua korban meninggal dunia ketika berkunjung ke wisata air.

Kemudian, terkait maraknya lokasi galian C yang kini ramai dikunjungi warga sebagai tempat wisata dadakan, Ramadansyah menegaskan sikap pihaknya untuk menutup akses tersebut jika tidak memiliki izin resmi.

Pihaknya memerintahkan agar dipasang portal dan tanda larangan masuk yang tegas, terutama peringatan mengenai kedalaman air yang membahayakan nyawa jika digunakan untuk berenang.

“Kalau memang bukan objek wisata dan tidak ada izin, kami suruh tutup saja, diportal dan diberi tulisan dilarang masuk. Karena kalau tempat wisata itu ada standar keamanan yang perlu dipatuhi. Lalu, untuk pemilik wisata resmi juga kami minta diperbanyak papan imbauan,” demikian Ramadansyah.

Baca juga: Syauqie pantau layanan transportasi dan infrastruktur Kotim pastikan mudik aman

Baca juga: BKK Kelas II Sampit berikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik

Baca juga: Legislator Kotim imbau warga amankan barang berharga sebelum mudik



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026