Mueller: saatnya buang label pecundang

id Pemain Bayern Munich Thomas Muller

 Mueller: saatnya buang label pecundang

Pemain Bayern Munich Thomas Muller (uefa.com) Ist

Munich (ANTARA News) - Bayern Munich perlu mengalahkan Borussia Dortmund untuk meraih gelar Liga Champions, sebagai upaya mereka untuk menghindari label pecundang setelah dua kekalahan pada tiga final terakhir, kata pemain Bayern Thomas Mueller pada Selasa.

Tim Bavaria itu, yang kalah di final 2010 dari Inter Milan dan pada edisi 2012 dari Chelsea melalui adu penalti, akan menghadapi rival di Liga Jerman Dortmund pada final yang untuk pertama kalinya mempertemukan dua tim Jerman di Stadion Wembley pada 25 Mei.

Kekalahan dari Dortmund, yang menjuarai liga pada 2011 dan 2012, bukan pilihan bagi juara Liga Jerman tahun ini, kata Mueller.

"Ini saatnya kami memenangi trofi ini sebab jika kami kalah ini akan menjadi tiga kali (kekalahan di final) dan kemudian Anda terjebak dengan label "pecundang" yang merupakan suatu hal yang tidak Anda inginkan," kata gelandang serang Mueller, saat melakukan persiapan untuk final Liga Champions ketiganya ketika ia masih berusia 23 tahun.

"Saya sedikit lebih muda (daripada sejumlah pemain lain) dan mudah-mudahan saya masih memiliki beberapa tahun untuk memainkan pertandingan internasional, namun kami benar-benar harus memenanginya pada tahun ini."

Mueller mengatakan dirinya menikmati pertandingan dengan sesama tim Jerman.

"Banyak bumbu pada pertandingan ini dan saya saya menyukai bumbu dan saya senang kami akan bermain melawan Dortmund, sebab tedapat lebih banyak semangat di pertandingan ini," ucapnya.

Bagi pelatih Jupp Heynckes, yang akan memberi jalan bagi mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola pada akhir musim, tidak ada kejutan besar ketika timnya menghadapi Dortmund.

"Saya pikir kedua tim mengetahui satu sama lain dengan baik," kata Heynckes kepada para pewarta. "Tidak ada rahasia dan final merupakan pertandingan terbuka, pertandingan di mana peluang-peluang sangat seimbang namun pada akhirnya ini ditentukan oleh para pemain di lapangan."

"Saya pikir tidak ada kejutan taktis, namun semua pelatih memiliki konsep, rencana, dan tergantung kepada para pemain untuk menginterpretasikannya di lapangan. Tim saya telah tampil begitu mengesankan sepanjang musim dan khususnya saat melawan Juventus dan Barcelona pada putaran-putaran sebelumnya."

Bayern mengalahkan Juventus asal Italia di perempat final dan kemudian mereka menghancurkan Barcelona 7-0 secara agregat untuk mengamankan tiket final, demikian Reuters.
(H-RF)