Tokoh pemuda Seruyan dukung Polri berantas terorisme

id pemuda seruyan,terorisme,HMI seruyan

Tokoh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan saat menggelar aksi solidaritas di Lapangan Gagah Lulus Kuala Pembuang, Selasa (15/5). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting, Ketua DPRD Seruyan Ahmad Ruswandi serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Seruyan. (Foto Antara Kalteng/Fahrian A.)

Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Tokoh pemuda dari berbagai organisasi kampus, keagamaan dan hobi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mendukung Polri, TNI dan pemerintah untuk memberantas terorisme di Tanah Air.

"Kami mendukung Polri, TNI dan pemerintah untuk memberantas berbagai bentuk kekerasan dan terorisme," kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane Universitas Darwan Ali Seruyan, Radianor di Kuala Pembuang, Rabu.

Para pemuda dari berbagai kelompok dan organisasi kepemudaan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan jurnalis telah menggelar aksi solidaritas di Lapangan Gagah Lurus Kuala Pembuang.

Para pemuda itu berasal dari HMI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unda Seruyan, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unda Seruyan, Laskar Nusantara (Lanusa), Seruyan Bike Club (SBC), Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Aksi solidaritas yang mengusung tema "Pray for Surabaya, Kami Tidak Takut Teroris" berisi doa bersama dan orasi kebangsaan masing-masing perwakilan kelompok dan organisasi kepemudaan.

Selain orasi, para peserta yang hadir menyatakan sikap bersama dan membubuhi tanda tangan pada spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Polri untuk menindak tegas pelaku kekerasan, aksi teror dan penyebar paham radikalisme di Indonesia.

Radianor yang juga koordinator aksi solidaritas menegaskan, aksi dilakukan sebagai bentuk kecaman terhadap aksi terorisme yang mengatasnamakan agama.

"Kami mengutuk dan mengecam aksi terorisme yang tidak berperikemanusiaan yang mengatasnamakan agama, karena tidak ada agama yang memerintahkan umatnya untuk melakukan kekerasan seperti yang telah terjadi," katanya.

Ia menambahkan, para pemuda yang tergabung dalam aksi solidaritas mengajak seluruh elemen masyarakat di "Bumi Gawi Hatantiring" untuk bersatu padu menahan diri agar tidak terprovokasi dan terus menggalang solidaritas kemanusiaan serta toleransi antarumat beragama.

Kemudian, warga khususnya generasi muda diimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan, ketentraman dan kedamaian hidup berbangsa dan bernegara dalam bingkai semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kami dari Seruyan juga turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban bom di sejumlah gereja di Surabaya dan anggota Polri yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob," katanya.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar