Ini pernyataan Teras Narang terkait gerakan 'Kalimantan Baru'

id kalimantan tengah,teras narang,gerakan kalimantan baru,keuskupan palangka raya

Agustin Teras Narang (kiri), memarkan langkah yang dilakukan dirinya saat menjabat Gubernur Kalteng periode 2005-2015 dan dukungan terkait gerakan "Kalimantan Baru", di Keuskupan Palangka Raya, Rabu (20/6/18) (Foto AntaraKalteng/Jaya W Manurung)

Kami tentu tidak ingin masyarakat di Pulau Kalimantan hanya menjadi penonton, kekayaan sumber daya alam yang luar biasa habis tanpa memberikan dampak pada kesejahteraan penduduknya, lingkungan rusak, dan lainnya. Ini yang perlu diperhatikan
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015, Agustin Teras Narang mendukung gerakan Kalimantan Baru yang digagas oleh Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migrant Perantau Caritas Keuskupan Regio Kalimantan.

"Gerakan ini sangat tepat dan harapannya dapat memberitahukan secara menyeluruh hambatan maupun tantangan yang dihadapi dalam melakukan pembangunan di Pulau Kalimantan," kata Teras Narang, usai menjadi pembicara dalam pertemuan Regional Kalimantan Komisi PSE-KKP-PMP-Caritas, di aula Keuskupan Palangka Raya, Rabu.

"Kami harus mengakui ada banyak kelemahan-kelemahan dalam membangun dan memajukan Pulau Kalimatan. Jadi, melalui gerakan Kalimantan Baru ini, berbagai hambatan dan tantangan menjadi modal untuk mengantisipasinya," ucapnya.

Dosen terbang di beberapa perguruan tinggi swasta di Pulau Jawa ini pun memaknai kalimat baru dalam gerakan tersebut sesuatu yang konstruktif. Menurutnya, baru itu sesuatu upaya meningkatkan program pendidikan, kesehatan, perekonomian berbasis kerakyatan dan tetap memperhatikan lingkungan hidup.

Mantan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) itu mengatakan, Kalimantan Baru bukan sekedar berbicara orang per orang, namun bagaimana pembangunan di Pulau Kalimantan menjadi lebih baik. Hal ini lah yang mendasari kenapa gerakan Kalimantan Baru ini sangat bagus dan tepat di masa sekarang ini.

"Kami tentu tidak ingin masyarakat di Pulau Kalimantan hanya menjadi penonton, kekayaan sumber daya alam yang luar biasa habis tanpa memberikan dampak pada kesejahteraan penduduknya, lingkungan rusak, dan lainnya. Ini yang perlu diperhatikan," kata Teras Narang.

Gerakan Kalimantan Baru ini digagas karena hasil dari kunjungan dan pengamatan langsung oleh Uskup dan Imam katolik yang ada di Pulau Kalimantan mengenai kondisi masyarakat maupun lingkungan hidup.

Kekayaan SDM yang potensinya luar biasa di Pulau Kalimantan pun sampai sekarang ini belum berbanding lurus dengan kesejahteraan penduduknya. Untuk itu Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migrant Perantau Caritas Keuskupan Regio Kalimantan.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar