Awas! Nonton film secara marathon sebabkan kematian dini

id nonton tv,film,marathon,drama korea

Awas! Nonton film secara marathon sebabkan kematian dini

Ilustrasi nonton tv (pixabay.com)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Banyak orang, khususnya remaja, rela menghabiskan waktu untuk menonton beberapa episode sekaligus, bahkan lebih dari 5 episode dalam sehari. Kalau Anda salah satunya, ini artinya Anda sedang melakukan binge watching alias maraton serial TV. Walaupun seru, kebiasaan ini nyatanya tidak baik untuk kesehatan. Berikut penjelasannya.

Apa itu binge watching?

Seseorang dapat dikatakan melakukan binge watching jika ia terbiasa menonton serial antara dua sampai enam episode berturut-turut, tanpa jeda. Ketika Anda menonton serial TV favorit hingga beberapa episode berturut-turut, otak akan melepaskan zat kimia yang disebut dopamin alias hormon senang. Semakin lama Anda menontonnya, otak akan terus memproduksi hormon tersebut sehingga membuat Anda semakin bahagia dan berujung pada ketagihan.

Kondisi ini jadi semacam siklus. Ketika Anda berhenti nonton serial TV, kadar dopamin akan mulai berkurang secara perlahan. Akibatnya, Anda akan kembali melakukan hal yang sama untuk memasok hormon bahagia tersebut. Itulah mengapa Anda jadi kecanduan nonton serial drama Korea atau serial TV lainnya.

Apa saja bahaya nonton serial TV secara maraton?

Efek negatif dari nonton serial TV secara maraton yang paling jelas adalah membuat kecanduan. Misalnya saja, Anda berniat menonton tiga episode saja, tapi tanpa disadari Anda sudah menghabiskan enam episode dalam satu waktu. Lama-lama, ini bisa membuat Anda menjadi malas beraktivitas, bahkan malas bergaul hingga menjadi asosial.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, orang dewasa yang nonton serial TV selama lebih dari tiga jam setiap hari berisiko tinggi mengalami kematian dini. Pasalnya, duduk terlalu lama dapat memicu berbagai penyakit, termasuk diabetes, penyakit, jantung, hingga kanker.

Tidak hanya pada orang dewasa, kebiasaan nonton TV juga tidak baik untuk anak-anak. Menurut sebuah studi pada tahun 2015, anak-anak TK (taman kanak-kanak) yang terbiasa menonton TV selama satu sampai dua jam setiap harinya berisiko 50 sampai 60 persen mengalami kelebihan berat badan. Bahkan, sebanyak 58 sampai 73 persen anak-anak berisiko mengalami kegemukan lebih awal dibandingkan teman sebayanya.

Nonton serial TV nyatanya juga mengganggu kesehatan mata anak. Hal ini dibuktikan oleh ASAPScience yang menemukan bahwa anak-anak yang sering nonton TV cenderung mengalami miopia atau rabun jauh.

Apa yang harus dilakukan agar tidak kecanduan nonton serial TV?

Pada dasarnya, tidak semua kebiasaan nonton serial TV membahayakan kesehatan. Selama Anda melakukannya hanya untuk mengisi waktu luang di akhir pekan, hal ini sebenarnya sah-sah saja untuk dilakukan.

Sebaliknya, jika Anda maraton serial TV sampai menghalangi aktivitas dan interaksi dengan orang sekitar, ini artinya Anda sudah mulai menarik diri dari lingkungan sosial. Nah, inilah saatnya Anda harus istirahat untuk menenangkan pikiran.

Sebelum mulai menonton, batasi jumlah episode yang akan Anda tonton dalam satu waktu. Setidaknya, cukup dua sampai tiga episode saja agar tidak membuat Anda kecanduan. Ingat, cobalah untuk bersikap konsisten dengan jadwal yang Anda buat. Secara perlahan, ini akan membantu Anda terlepas dari bayang-bayang bahaya nonton serial TV yang berlebihan.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar