Bercanda mengaku membawa bom di Bandara Pangkalan Bun, pria ini ditangkap polisi

id Bercanda mengaku membawa bom di Bandara Pangkalan Bun, pria ini ditangkap polisi,Polisi,Bandara

Kapolsek Arut Selatan AKP Januar Cahyo Wibowo didampingi Kasat Reskrim Polres Kobar saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Arut Selatan terkait penangkapan warga yang bercanda membawa bom di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. (Foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Pangkalan Bun (Antaranews Kalteng) - Seorang pria berinisial P (22) asal Desa Demungsilam Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, ditangkap polisi lantaran bercanda mengaku membawa bom di area Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada Minggu (30/12) siang.



"Dia sedang bercanda bersama keluarganya dengan meyampaikan bahwa dirinya membawa bom di dalam ranselnya, pada saat itu ada petugas bandara yang mendengar dan langsung melapor ke pos terpadu kami yang ada di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, kemudian yang bersangkutan kami amankan," ucap Kapolsek Arsel AKP Januar Cahyo Wibowo saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Arut Selatan, Minggu sore.



Saat kejadian, pelaku sedang menunggu di area parkir sepeda motor. Dia hendak menjemput keluarganya yang pulang melaksanakan ibadah umrah. Saat itulah candaan tersebut keluar dari mulutnya.



Saat itulah pelaku ditangkap polisi meski dia mengaku hanya bercanda. Saat diperiksa, ransel yang dibawa pelaku hanya berisi pakaian, peralatan mandi serta obat batuk.



"Atas kejadian ini, yang bersangkutan dikenakan Undang-Undang tentang Penerbangan, Nomor 1 tahun 2009 Pasal 437 ayat 1 dengan ancaman hukuman satu tahun penjara," ucapnya



Wibowo mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya Kotawaringin Barat untuk tidak mengeluarkan candaan atau pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan bagi para pendengarnya karena akan merugikan diri sendiri.



Sementara itu, P mengaku hanya bercanda mengaku membawa bom. Dia mengaku sangat menyesal dan tidak menyangka candaannya berdampak yang sangat serius bagi dirinya.



"Saya tidak tahu kalau ada peraturan seperti ini di bandara. Saya spontan saja terlontar kalimat itu lantaran terbawa suasana ketika paman saya ngomong dia tidak kenal saya, lalu saya jawab jangan begitu nanti saya lempar bom granat dalam tas saya ini," ucapnya polos 



Sementara itu, Sofyan Sauri atau akrab disapa Yayan karyawan maskapai Wings yang mengetahui kejadian itu, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu dirinya berada di parkiran sepeda motor sedang menghidupkan sepeda motornya karena ingin keluar beristirahat.



"Ada anak muda tidak dikenal turun dari motor, ditanya oleh seorang pria mau ke mana dan apa yang dibawa dengan mengunakan bahasa daerah, kemudian dijawab, bahwa dia membawa bom ingin meledakkan bandara, saat itu juga saya langsung melapor ke protokol bandara," ucap Yayan.


Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar