Legislatif dorong Pemkab Kotim optimalkan pengelolaan pelabuhan

id Legislatif dorong Pemkab Kotim optimalkan pengelolaan pelabuhan,Kotawaringin Timur,Sampit,DPRD,Jhon Krisli

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sampit yang selalu ramai seiring tingginya aktivitas ekonomi masyarakat. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Jhon Krisli mendorong pemerintah kabupaten setempat untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan pelabuhan di daerah itu.

"Potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kotawaringin Timur cukup banyak, salah satunya adalah di sektor kepelabuhan dan bongkar muat, namun sayangnya pemerintah daerah belum mampu mengoptimalkan peluang tersebut," katanya di Sampit, Selasa.

Dikatakannya, PAD akan meningkat dengan drastis jika potensi itu benar-benar digarap oleh pemerintah daerah.

"Letak dan posisi Kabupaten Kotawaringin Timur yang memiliki akses langsung dengan laut merupakan sebuah peluang besar untuk mengeruk PAD. Untuk itu kami mendorong pemerintah daerah lebih serius menangani sektor pelabuhan tersebut," tambahnya.

Jhon menilai, selama ini pemerintah daerah masih berkutat dengan urusan dan tagihan kecil seperti pajak kepada warga dan rumah makan. Sementara itu, sumber yang memiliki potensi besar justru belum ditangani.

"Potensi kepelabuhanan yang dapat dikembangkan tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Mentaya Sampit dan beberapa diantaranya di muara sungai dan pantai," terangnya.

Melalui kewenangannya, pemerintah daerah bisa mewajibkan perusahaan besar swasta (PBS) bongkar muat atau sewa lahan milik pemerintah yang ada di kawasan tepian aliran sungai Mentaya. Sehingga, PAD Kotswaringin Timur bisa meningkat.

Begitu juga dengan sektor lainnya yakni pelabuhan bongkar muat. Selama ini kegiatan bongkar muat banyak melalui pelabuhan yang dikelola masyarakat

"Kami ingin pemerintah daerah membangun pelabuhan sendiri yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk kegiatan bongkar muat barang jenis lain maupun bongkar muat minyak mentah kelapa sawit," ucapnya.

Jhon juga meminta kepada pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk memperketat pengawasan di seluruh pelabuhan laut karena diduga pelabuhan tersebut digunakan sebagai pengiriman narkoba dan barang terlarang lainnya.

"Pengawasan tersebut sangat penting guna mengantisiasi masuknya barang-barang terlarang baik itu narkoba maupun barang lainnya," demikian Jhon.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar