Lonjakan penumpang mulai terjadi di Pelabuhan Bahaur

id pemkab pulang pisau,pelabuhan bahaur,kmp sunan drajat,bahaur-paciran lamongan jawa timur,arus mudik lebaran,ramadhan 1440 hijriah,dinas perhubungan,pu

KMP Sunan Drajat. (Foto Istimewa)

Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah John Oktoberiman menjelaskan, lonjakan penumpang di Pelabuhan Bahaur mulai terjadi menjelang Lebaran tahun 2019.

“Lonjakan ini dapat dilihat dari setiap keberangkatan kapal dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari peningkatan jumlah penumpang hingga kendaraan,” katanya di Pulang Pisau, Senin.

Adapun Kapal Muatan Penumpang (KMP) yang biasa digunakan adalah Sunan Drajat yang melayani rute pelayaran Bahaur-Paciran Lamongan, Jawa Timur. Seiring dengan musim mudik Lebaran, masyarakat banyak yang menanyakan jadwal keberangkatan KMP Sunan Drajat kepada Dishub Pulpis.

Diprediksi lonjakan penumpang akan terus terjadi hingga mendekati Lebaran. Pelabuhan Bahaur menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat di Kalteng yang ingin pulang ke kampung halamannya menggunakan jalur air.

Baca juga: Mudik lewat Pelabuhan Bahaur dapat subsidi dari pemerintah

Berdasarkan data yang pihaknya terima, keberangkatan KMP Sunan Drajat dari Paciran-Bahaur pada Selasa (14/5) memuat sebanyak 12 penumpang dan satu truk puso. Sedangkan dari Bahaur-Paciran pada Rabu (15/5) memuat sebanyak 85 penumpang, 14 kendaraan roda dua, satu unit kendaraan golongan I dan dua unit kendaraan golongan II.

“Rata-rata masyarakat banyak yang mencari informasi keberangkatan Bahaur-Paciran untuk mudik ke Pulau Jawa,” terang John.

Pada Rabu dan Minggu rute pelayaran KMP Sunan Drajat adalah Bahaur-Paciran dan pada Selasa dan Jumat rute pelayarannya adalah Paciran-Bahaur. Namun terkadang bisa terjadi perubahan jam keberangkatan, sebab harus menyesuaikan kondisi pasang dan surut air laut.

Lebih lanjut John menjelaskan, salah satu yang menjadi daya tarik dari KMP Sunan Drajat adalah pintu masuk kapal yang ketinggiannya mencapai hingga 4,1 meter. Tinggi itu jauh melebihi kapal lainnya yang beroperasi di Kalteng, yakni hanya sekitar 2,8 meter.

"Hal ini menjadi salah satu keuntungan bagi pemilik truk angkutan ekspedisi karena bisa membuat barang lebih banyak," ungkapnya.

Tahun ini merupakan kali pertama KMP Sunan Drajat bisa melayani arus mudik Lebaran. Diharapkan ke depan, Pelabuhan Bahaur terus berkembang dan menjadi salah satu pintu gerbang masuknya barang dan jasa ke Kalteng.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar