Gubernur kunjungi anak penderita mikrosefalus di RSUD Doris Sylvanus

id Pemprov kalteng, pemerintah provinsi kalimantan tengah, gubernur sugianto sabran, anak penderita mikrosefalus, kelainan otak, tumor, kanker, rumah sak

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menggendong Mayta (4) penderita mikrosefalus yang sedang di rawat di RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, Rabu, (12/6/2019). (Foto Antara Kalteng/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran kembali mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya, kali ini ia mengunjungi anak penderita mikrosefalus yang bernama Mayta (4) dari Kecamatan Gunung Bintang Awai, Barito Selatan.

"Kedatangan saya kesini untuk melihat secara langsung kondisi pasien, khususnya yang menderita penyakit berat atau ganas di rumah sakit," katanya di Palangka Raya, Rabu.

Selain mengunjungi Mayta, Sugianto yang juga didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemprov, juga mendatangi pasien lainnya yang sedang menjalani rawat inap. Baik mereka yang menderita kanker, tumor dan penyakit berbahaya lainnya.

Ia menyebut, sikap cepat tanggap dari jajaran Pemprov Kalteng dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, merupakan perwujudan dari komitmen yang mereka miliki. Hingga nantinya tidak ada masyarakat yang terlantar saat ingin berobat, ataupun terlambat mendapatkan penanganan medis.

Pada kunjungan itu, selain memberikan dukungan moril, pihaknya juga memberikan dukungan materiil kepada sejumlah pasien kurang mampu. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban yang mereka miliki saat ini.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Yayu Indriaty mengatakan, Mayta saat ini dirawat di ruang Flamboyan dan sedang dalam penanganan dokter spesialis bedah saraf. Ia mengalami semacam kelainan bawaan yang menyebabkan pertumbuhan otak tidak maksimal, sehingga ada sebagian yang tumbuh di luar kepala.

"Akibatnya Mayta mengalami banyak gangguan, termasuk penurunan kemampuan kognitif," ungkapnya kepada awak media.

Adapun peluang pengobatannya, masih menunggu hasil CT scan untuk mengetahui terapi yang sesuai yang dapat diberikan kepada pasien. Sedangkan peluang operasi, juga masih menunggu hasil observasi dari tim medis yang menangani.

Yayu menegaskan, RSUD dr Doris Sylvanus sebagai rujukan provinsi, siap untuk menampung seluruh rujukan yang berasal dari kabupaten dan kota. Pihaknya tidak akan menolak pasien serta memberikan penjaminan pembiayaan.

"Baik yang ditangani langsung ataupun pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit yang tingkatannya lebih tinggi, akan kami upayakan bantu secara maksimal," paparnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar