Tujuh korban laka bus rute Pontianak-Sampit dirujuk ke RSUD SI Pangkalan Bun

id Kecelakaan bus carteran pontianak-sampit, pasien rujukan, patah tulang, meninggal dunia, operasi, medan, sumatera utara, pekerja sawit, kelapa sawit

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah saat menjenguk tujuh korban kecelakaan bus di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Senin, (1/7/2019). (Foto Antara Kalteng/Koko Sulistyo)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Tujuh orang korban kecelakaan terbaliknya bus carteran dari Pontianak, Kalimantan Barat menuju Sampit, Kalimantan Tengah, akhirnya harus dirujuk dari RSUD Lamandau ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

"Sekitar pukul 16.30 WIB ada tujuh pasien rujukan dari RSUD Lamandau, mereka merupakan korban kecelakaan bus siang tadi," kata Kasi Pelayanan Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Aimandinata, Senin.

Diperkirakan masih ada korban yang bakal dirujuk kembali ke RSUD SI Pangkalan Bun. Tujuh pasien yang terlebih dulu datang, langsung ditangani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), rata - rata mengalami patah tulang pada bagian tangan mereka.

Tujuh orang pasien rujukan korban kecelakaan bus itu, meliputi Rahmat Dani (21) dari Lubuk Pakam, Sandi Aries (36) dari Lubuk Pakam, Roni (22) dari Kualanamu, Edi Suratin (17) dari Lubuk Pakam, Supriyadi (28) dari Kualanamu, Rifi Hamdani (36) dari Lubuk Pakam, serta Agus Prayuda (29) dari Kualanamu, Sumatera Utara.

Untuk pasien atas nama Sandi Aries, kemungkinan besar akan dirujuk kembali ke rumah yang ada di Semarang, Jawa Tengah, lantaran menderita patah tulang belakang dan memerlukan operasi besar.

"Rencananya ada empat orang yang akan menjalani operasi, selain Sandi Aries, pasien lainnya akan menjalani operasi di rumah sakit setempat," jelasnya.

Sementara itu Supriyadi salah satu korban yang mengalami patah tulang tangan kanan dan luka di bagian dahinya itu menjelaskan, bahwa ia bersama rekan-rekannya, berangkat dari Medan, Sumatera Utara untuk bekerja membangun mes karyawan di perkebunan kelapa sawit.

Seluruh pekerja tersebut, dikoordinir oleh salah satu perusahaan kontraktor asal Medan yang akan ditempatkan di Muara Teweh dan Sampit.

"Rencananya 20 orang akan ditempatkan di Sampit dan 20 orang lainnya di Muara Teweh untuk membangun mes karyawan di perusahaan kelapa sawit," demikian Supriyadi.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar