Kabut asap berbau menyengat melanda daerah ini

id kabut asap,kabut di pekanbaru,Kabut asap berbau menyengat melanda daerah ini

Ilustrasi - Sejumlah pengendara menembus kabut asap yang menutupi kawasan jalan di Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Senin (15/7/2019). Kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin tebal seiring meluasnya kebakaran lahan akibat terkendala proses pemadaman karena minimnya sumber air dan akses jalan menuju lokasi kebakaran. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Pekanbaru (ANTARA) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada Kamis pagi menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dan menimbulkan bau menyengat.

"Dari pagi waktu buka pintu rumah bau asap sudah menyengat. Ini seperti bau asap kebakaran," kata Riana Handayani (36), warga Pekanbaru, mengenai kabut asap yang meliputi pusat kota sejak pukul 06.00 WIB.

Riana melarang anak-anaknya keluar dari rumah guna menghindari dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Widiarso (38), warga lainnya, menuturkan bahwa kabut asap membuat Jembatan Siak 4 yang menjulang di ujung Jalan Sudirman tidak terlihat jelas.

"Asap pekat. Dari kantor RRI di Jalan Sudirman ke Jembatan Siak 4 tidak terlihat," kata Widiarso mengenai kondisi rute yang dia lalui setiap hari untuk bekerja.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, pada Kamis pagi citra satelit menunjukkan adanya empat titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

Citra satelit menunjukkan bahwa masing-masing ada dua titik panas di Kabupaten Pelalawan dan Siak.

Baca juga: Walhi nyatakan Kalteng sudah diselimuti kabut asap
Baca juga: Belasan hektare lahan gambut pinggiran kota terbakar
Baca juga: Perlunya antisipasi ISPA pada siswa akibat kabut asap

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar