Regu pemadam kebakaran lahan sempatkan upacara peringati HUT Kemerdekaan RI

id Regu pemadam kebakaran lahan sempatkan gelar upacara peringati HUT Kemerdekaan RI,Kotawaringin Timur,Kotim,Sampit

Masyarakat Peduli Api sejumlah desa di Kecamatan Pulau Hanaut menggelar upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI di lokasi mereka memadamkan kebakaran lahan, Sabtu (17/8/2019). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Kegembiraan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tidak ingin dilewatkan sejumlah regu pemadam kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, sehingga mereka menyempatkan menggelar upacara bendera meski secara sederhana.

"Itu inisiatif mereka sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa ini. Meski berada jauh di lokasi kebakaran lahan, mereka menyempatkan menggelar upacara bendera," kata Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami di Sampit, Sabtu.

Eddy menjelaskan, regu pemadam kebakaran yang tergabung dalam beberapa kelompok Masyarakat Peduli Api, masih bersiaga di desa masing-masing. Sebagian bahkan ada yang menginap di sekitar lokasi kebakaran untuk mencegah api meluas.

Seperti di Desa Bebaung, kebakaran menghanguskan sekitar 20 hektare lahan yang didominasi lahan milik masyarakat namun sudah lama ditinggalkan.

Masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api pun dengan rela dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas mereka menanggulangi kebakaran lahan di kawasan hutan. Apalagi dalam tiga hari terakhir hot spot atau titik panas yang terpantau satelit sebanyak 10 titik, meski hari ini turun menjadi tiga titik.

Di tengah kesiagaan itu, masyarakat tidak melupakan bahwa hari ini merupakan peringatan hari kemerdekaan bangsa ini. Masyarakat pun menggelar upacara bendera secara sederhana di lokasi kebakaran lahan.

"Luar biasa kecintaan masyarakat kami terhadap bangsa dan negara. Saya merasa terharu setelah mengetahui itu. Mudah-mudahan mereka selalu diberi kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas," harap Eddy.

Eddy berharap kebakaran lahan tidak terjadi sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan normal. Hujan diharapkan turun sehingga kebakaran lahan bisa benar-benar padam.

Di momen peringatan Hari Kemerdekaan ini, Eddy berharap pembangunan bangsa dan daerah ini semakin maju. Dia berharap kecamatannya yang masih terisolasi jalan darat dari pusat Kota Sampit karena dipisahkan Sungai Mentaya, bisa segera bisa menikmati akses jalan darat yang lancar sehingga masyarakat benar-benar merdeka beraktivitas tanpa terkendala keterisolasian.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar